Update: Jumat, 11 September 2026

BBSS

PT. Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk.

Rp 93
+1.09%
Volume
46.229 lot
MA 5
95
MA 20
101
RSI
32.26
High
94
Low
87
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.69%
Support (10d)
87
Resistance (10d)
114
Volume Trend (10d)
+1,246.1%
Score
35
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-2.11 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.627 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BBSS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp87, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp114.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 83 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

Dalam dunia saham, investor fokus pada laba bersih, pendapatan, dan arus kas. Namun, ada satu pos biaya yang sering luput dari perhatian padahal bisa sangat signifikan: biaya sewa (rent expense). Baik itu sewa toko, sewa pabrik, sewa kantor, atau sewa peralatan—biaya ini mengalir keluar setiap bulan dan mengurangi laba perusahaan. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA adalah alat sederhana namun kuat untuk mengukur seberapa besar beban sewa membebani operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas apa itu rasio ini, mengapa penting, bagaimana interpretasinya, serta bagaimana menggunakannya untuk menghindari saham dengan beban sewa yang terlalu berat. 1. Apa Itu Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA? Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA membandingkan total biaya sewa tahunan dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Rumus: Rasio Sewa/EBITDA = Beban...

Artikel menarik lainnya:

  1. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  2. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  3. Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!
  4. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  5. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  6. Social Media Detox Selama Trading: Mengapa Grup WA dan Telegram Bisa Menghancurkan Akun Anda
  7. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  8. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  9. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  10. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted

TradingView Chart - BBSS