Update: Senin, 5 Oktober 2026

INPP

PT. Indonesian Paradise Property Tbk.

Rp 690
+1.47%
Volume
1.475 lot
MA 5
688
MA 20
718
RSI
22.73
High
690
Low
650
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.06%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
710
Volume Trend (10d)
-43.8%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-4.17 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (22.7) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -11 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INPP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp710.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 710 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 781, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 0 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat

Dalam dunia investasi ritel di Indonesia, sering muncul dikotomi buatan: seolah-olah investor harus memilih antara menjadi investor saham langsung atau investor reksa dana. Padahal, kedua instrumen ini bukanlah rival, melainkan mitra strategis yang bisa bekerja sama sangat baik. Mengintegrasikan saham langsung dengan reksa dana dalam satu portofolio memberikan yang terbaik dari dua dunia: kendali penuh atas saham pilihan Anda, ditambah diversifikasi dan kemudahan dari reksa dana. Artikel ini akan membahas mengapa kombinasi ini sangat ampuh, bagaimana cara mengintegrasikannya secara praktis, serta contoh alokasi untuk berbagai profil investor. Memahami Peran Masing-Masing Instrumen Sebelum membahas integrasi, mari kita pahami dulu kelebihan dan kekurangan alami dari saham langsung dan reksa dana. Saham Langsung Kelebihan Kekurangan Kendali penuh: Anda memilih saham sendiri Risiko tinggi jika hanya pegang sedikit saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  2. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  3. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  4. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  5. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  6. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  7. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  8. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  9. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  10. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik

TradingView Chart - INPP