Update: Senin, 5 Oktober 2026

JECX

PT. Nitrasanata Dharma Tbk.

Rp 1.410
+8.05%
Volume
13.822 lot
MA 5
1.347
MA 20
1.385
RSI
58.82
High
1.415
Low
1.300
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.55%
Support (10d)
1.290
Resistance (10d)
1.520
Volume Trend (10d)
-10.3%
Score
40
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
0.71 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (58.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.415 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JECX saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 58.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.55%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.290, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.520.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.290, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat

Dalam dunia investasi ritel di Indonesia, sering muncul dikotomi buatan: seolah-olah investor harus memilih antara menjadi investor saham langsung atau investor reksa dana. Padahal, kedua instrumen ini bukanlah rival, melainkan mitra strategis yang bisa bekerja sama sangat baik. Mengintegrasikan saham langsung dengan reksa dana dalam satu portofolio memberikan yang terbaik dari dua dunia: kendali penuh atas saham pilihan Anda, ditambah diversifikasi dan kemudahan dari reksa dana. Artikel ini akan membahas mengapa kombinasi ini sangat ampuh, bagaimana cara mengintegrasikannya secara praktis, serta contoh alokasi untuk berbagai profil investor. Memahami Peran Masing-Masing Instrumen Sebelum membahas integrasi, mari kita pahami dulu kelebihan dan kekurangan alami dari saham langsung dan reksa dana. Saham Langsung Kelebihan Kekurangan Kendali penuh: Anda memilih saham sendiri Risiko tinggi jika hanya pegang sedikit saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  2. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  3. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  4. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  5. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
  6. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  7. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  8. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  9. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  10. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu

TradingView Chart - JECX