Update: Jumat, 2 Oktober 2026

MAPB

PT. MAP Boga Adiperkasa Tbk.

Rp 1.165
-2.10%
Volume
22 lot
MA 5
1.151
MA 20
1.189
RSI
43.36
High
1.185
Low
1.070
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.39%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
1.400
Volume Trend (10d)
+1,768.0%
Score
30
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-0.85 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (43.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAPB saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.400.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 0 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham

Akhir-akhir ini pasar sedang bullish. Harga saham naik hampir setiap hari. Anda pun menjadi optimis dan yakin bahwa kenaikan akan terus berlanjut. Anda membeli di harga tinggi karena percaya "lagi bagus-bagusnya". Lalu tiba-tiba pasar berbalik arah. Anda rugi, dan bingung mengapa prediksi Anda meleset. Atau sebaliknya. Pasar sedang terpuruk. Semua berita buruk datang bertubi-tubi. Anda menjadi pesimis dan mengira tidak akan ada akhir dari kejatuhan ini. Padahal sebenarnya sedang terjadi oversold yang justru menjadi peluang beli terbaik. Selamat, Anda telah menjadi korban dari recency bias—salah satu bias kognitif paling umum namun paling jarang disadari dalam dunia saham. Apa Itu Recency Bias? Recency bias adalah kecenderungan otak manusia untuk memberikan bobot yang lebih besar pada kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, sambil mengabaikan data historis yang lebih...

Artikel menarik lainnya:

  1. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  2. Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham
  3. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  4. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  5. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  6. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  7. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  8. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  9. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  10. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace

TradingView Chart - MAPB