Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat laba bersih atau Earnings per Share (EPS) sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan. Jika laba naik, Anda menganggap perusahaan sedang baik-baik saja. Namun, ada kelemahan besar dari laba akuntansi: ia mengabaikan biaya modal. Bayangkan sebuah perusahaan mencatat laba Rp 100 miliar. Terlihat hebat, bukan? Tapi bagaimana jika untuk menghasilkan laba itu, perusahaan menggunakan total modal (utang + ekuitas) sebesar Rp 2 triliun dengan biaya modal rata-rata 10%? Artinya, biaya modalnya adalah Rp 200 miliar. Secara akuntansi untung Rp 100 miliar, namun secara ekonomi perusahaan justru merugi Rp 100 miliar karena tidak mampu menutupi biaya modal. Inilah celah yang dijawab oleh Economic Value Added (EVA) – metrik yang diciptakan oleh firma konsultan Stern Stewart & Co. EVA mengukur kelebihan laba...