Update: Senin, 5 Oktober 2026

PTMR

PT. Master Print Tbk.

Rp 374
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
374
MA 20
374
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda

Di bursa saham Indonesia, ada fenomena unik yang tidak ditemui di banyak bursa lain: saham gocap. Gocap, kependekan dari "golongan caps" atau harga Rp50, merujuk pada saham-saham yang diperdagangkan di kisaran harga Rp50 hingga Rp100 per saham. Bagi investor pemula, saham gocap terlihat sangat menggoda. "Dengan uang Rp500.000, saya bisa beli 10.000 saham!" rasanya lebih memuaskan daripada membeli satu lot saham bank besar seharga Rp5 juta. Ada kepuasan psikologis tersendiri dari memiliki banyak unit saham, meskipun nilai totalnya sama. Namun di balik godaan itu, tersembunyi mental block yang justru bisa merusak pola pikir investasi jangka panjang. Saham gocap seringkali menjadi jebakan bagi investor pemula yang belum memahami bahwa dalam investasi, harga per saham tidak ada artinya tanpa melihat fundamental dan valuasi. Hanya Angka: Memahami Bahwa...

Artikel menarik lainnya:

  1. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  2. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  3. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  4. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  5. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  6. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  7. Hammer (Bullish): Pola Satu Candlestick Andalan untuk Mendeteksi Pembalikan Harga
  8. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  9. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  10. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

TradingView Chart - PTMR