Update: Senin, 5 Oktober 2026

RCCC

PT. Utama Radar Cahaya Tbk.

Rp 103
-1.90%
Volume
11.738 lot
MA 5
105
MA 20
111
RSI
23.53
High
108
Low
100
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.58%
Support (10d)
100
Resistance (10d)
116
Volume Trend (10d)
-20.2%
Score
45
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-2.83 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (23.5) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RCCC saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 23.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.58%. Area support terdekat berada di sekitar Rp100, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp116.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 100, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan

Dalam analisis investasi saham, beta adalah salah satu metrik paling populer untuk mengukur risiko. Namun, beta yang Anda lihat di layar aplikasi trading adalah beta yang sudah tercampur dengan efek utang perusahaan (levered beta). Masalahnya, ketika struktur modal perusahaan berubah, beta tersebut tidak lagi akurat. Di sinilah Hamada Equation berperan. Dikembangkan oleh Robert Hamada pada tahun 1972, persamaan ini memungkinkan investor untuk mengoreksi beta dengan memperhitungkan efek leverage keuangan. Dengan Hamada Equation, Anda bisa menghitung bagaimana perubahan utang akan mempengaruhi risiko saham. Artikel ini akan membedah Hamada Equation secara praktis, cara menggunakannya, serta bagaimana Anda sebagai investor bisa memanfaatkannya untuk keputusan investasi yang lebih tepat. Apa Itu Hamada Equation? Hamada Equation adalah persamaan yang menghubungkan unlevered beta (beta tanpa utang) dengan levered beta (beta dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  2. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  3. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  4. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  5. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  6. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  7. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  8. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  9. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  10. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun

TradingView Chart - RCCC