Update: Senin, 5 Oktober 2026

SRAJ

PT. Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

Rp 13.000
0.00%
Volume
30 lot
MA 5
13.000
MA 20
13.265
RSI
11.11
High
13.000
Low
12.150
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.62%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
13.000
Volume Trend (10d)
-84.3%
Score
35
Win Rate (30d)
13.33 %
P/L (30d)
-2.62 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (11.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SRAJ saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 11.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp13.000.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 0 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan teknologi yang sedang berkembang pesat. Harga saham naik 3 kali lipat dalam dua tahun. Ia merasa puas. Namun ia lupa bahwa perusahaan telah menerbitkan obligasi konversi (convertible bond) dua tahun lalu dengan rasio konversi yang menarik. Kini, dengan harga saham yang tinggi, pemegang obligasi konversi mulai mengkonversi obligasi mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak secara signifikan. Laba per saham (EPS) yang semula tampak gemilang menjadi tergerus. Harga saham pun terkoreksi. Investor itu baru sadar: ia tidak memperhitungkan potensi dilusi dari obligasi konversi. Obligasi konversi adalah instrumen hibrida yang memiliki karakteristik utang (obligasi) sekaligus memiliki fitur konversi menjadi saham. Rasio konversi adalah jantung dari fitur ini—menentukan berapa banyak saham yang akan diperoleh pemegang obligasi ketika mereka memutuskan untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  2. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  3. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  4. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  5. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  6. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  7. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  8. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  9. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  10. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi

TradingView Chart - SRAJ