Update: Jumat, 11 September 2026

VERN

PT. Verona Indah Pictures Tbk.

Rp 232
+0.87%
Volume
156.337 lot
MA 5
234
MA 20
238
RSI
38.71
High
240
Low
220
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.56%
Support (10d)
218
Resistance (10d)
258
Volume Trend (10d)
-41.9%
Score
15
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
16.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -5.035 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham VERN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp218, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp258.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 207 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi

Dalam analisis teknikal, terdapat sebuah fenomena yang dikenal oleh para trader berpengalaman: sebelum pergerakan harga yang besar, seringkali terjadi periode ketenangan. Harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit, volume menurun, dan pasar tampak "tertidur". Fenomena ini dikenal sebagai The Compression Pattern (atau sering disebut Volatility Squeeze atau Coil Pattern). Compression Pattern adalah kondisi di mana rentang harga (high-low) terus menyempit dari waktu ke waktu, menciptakan pola segitiga yang meruncing. Pasar seperti pegas yang ditekan—semakin kuat tekanan, semakin eksplosif pelepasan energinya. Ketika kompresi mencapai titik puncaknya, harga akan "meledak" keluar dalam suatu pergerakan besar yang disebut ekspansi (expansion). Bagi trader yang memahami pola ini, compression adalah periode persiapan—bukan untuk entry, melainkan untuk bersiap menangkap breakout ketika harga akhirnya bergerak. Karakteristik Compression Pattern Compression Pattern adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  2. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  3. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  4. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  5. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  6. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  7. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  8. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  9. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  10. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik

TradingView Chart - VERN