Update: Selasa, 9 Juni 2026

AHAP

PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk.

Rp 78
+34.48%
Volume
501.946 lot
MA 5
71
MA 20
91
RSI
34.83
High
78
Low
58
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.37%
Support (10d)
58
Resistance (10d)
94
Volume Trend (10d)
-47.3%
Score
70
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-36.07 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (34.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 16.940 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AHAP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp58, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp94.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 80 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 86 - 90 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 73 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?

Jika stock split (pemecahan saham) umumnya disambut gembira oleh pasar, maka reverse stock split sering kali justru menimbulkan kewaspadaan. Banyak investor menghindari saham yang melakukan reverse split karena menganggapnya sebagai sinyal buruk. Namun, benarkah selalu demikian? Apakah ada situasi di mana reverse stock split merupakan langkah strategis yang tepat? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang reverse stock split: definisi, mekanisme, alasan perusahaan melakukannya, serta bagaimana seharusnya sikap investor yang bijak. Apa Itu Reverse Stock Split? Reverse stock split adalah kebalikan dari stock split biasa. Dalam aksi ini, perusahaan menggabungkan beberapa lembar saham lama menjadi satu lembar saham baru dengan nilai nominal yang lebih tinggi. Jumlah lembar saham yang Anda miliki akan berkurang, sementara harga per lembar saham akan naik secara proporsional. Sekali lagi, total...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  2. Sustainable Growth Rate (SGR): Seberapa Cepat Perusahaan Bisa Tumbuh Tanpa Utang Baru?
  3. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  4. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  5. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  6. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  7. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  8. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  9. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  10. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu

TradingView Chart - AHAP