Update: Senin, 12 Oktober 2026

BLUE

PT. Berkah Prima Perkasa Tbk.

Rp 3.760
-6.23%
Volume
3.256 lot
MA 5
3.820
MA 20
3.250
RSI
75.86
High
4.080
Low
3.690
Nilai
25/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
3.10%
Support (10d)
2.920
Resistance (10d)
4.510
Volume Trend (10d)
+202.6%
Score
25
Win Rate (30d)
63.33 %
P/L (30d)
36.73 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (75.9) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -333 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BLUE saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 75.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.10%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.920, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.774 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari RSI dan Stochastic sebagai indikator momentum, kini saatnya mengenal indikator momentum lain yang cukup populer namun memiliki karakteristik unik: CCI (Commodity Channel Index). CCI dikembangkan oleh Donald Lambert pada tahun 1980. Meskipun namanya mengacu pada "Commodity", CCI sebenarnya dapat digunakan untuk menganalisis saham, indeks, forex, cryptocurrency, dan instrumen keuangan lainnya. Keunikan CCI adalah ia mengukur deviasi harga terhadap rata-rata statistiknya. CCI tidak terbatas pada rentang 0-100 seperti RSI atau Stochastic; ia dapat bergerak dari -300 hingga +300 atau bahkan lebih ekstrem. Ini membuat CCI sangat baik untuk mengidentifikasi kondisi overbought/oversold ekstrem, awal tren baru, dan divergence. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang CCI, mulai dari cara perhitungan, interpretasi level +100 dan -100, pola crossover, zero line crossing,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  2. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  3. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  4. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  5. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  6. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  7. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  8. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  9. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  10. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri

TradingView Chart - BLUE