Update: Jumat, 5 Juni 2026

MGNA

PT. Magna Investama Mandiri Tbk.

Rp 70
-7.89%
Volume
78.456 lot
MA 5
85
MA 20
123
RSI
21.58
High
95
Low
68
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.69%
Support (10d)
68
Resistance (10d)
141
Volume Trend (10d)
+333.4%
Score
45
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-62.37 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (21.6) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.705 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MGNA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.69%. Area support terdekat berada di sekitar Rp68, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp141.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 68, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

Dalam analisis fundamental saham, dua rasio profitabilitas yang paling sering digunakan adalah Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Namun secara konsep dan interpretasi, keduanya sangat berbeda. Investor yang tidak memahami perbedaan ini bisa salah mengambil keputusan. Sebuah perusahaan dengan ROE tinggi belum tentu sehat, dan perusahaan dengan ROA rendah belum tentu buruk. Artikel ini akan membahas tuntas perbedaan, kelebihan, kekurangan, serta cara menggunakan ROA dan ROE secara bijak. Apa Itu Return on Asset (ROA)? ROA mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Aset meliputi semua kekayaan perusahaan, baik yang berasal dari utang maupun dari modal sendiri. Rumus ROA: ROA = Laba Bersih / Total Aset ×...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  2. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  3. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  4. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  5. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  6. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  7. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  8. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  9. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  10. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi

TradingView Chart - MGNA