Update: Senin, 5 Oktober 2026

BVIC

PT. Bank Victoria International Tbk.

Rp 87
+1.16%
Volume
6.010 lot
MA 5
87
MA 20
91
RSI
29.41
High
88
Low
85
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.13%
Support (10d)
82
Resistance (10d)
93
Volume Trend (10d)
-44.9%
Score
75
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-6.45 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (29.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.271 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BVIC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp82, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp93.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 87 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 100 - 109 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 83 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?

Jika stock split (pemecahan saham) umumnya disambut gembira oleh pasar, maka reverse stock split sering kali justru menimbulkan kewaspadaan. Banyak investor menghindari saham yang melakukan reverse split karena menganggapnya sebagai sinyal buruk. Namun, benarkah selalu demikian? Apakah ada situasi di mana reverse stock split merupakan langkah strategis yang tepat? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang reverse stock split: definisi, mekanisme, alasan perusahaan melakukannya, serta bagaimana seharusnya sikap investor yang bijak. Apa Itu Reverse Stock Split? Reverse stock split adalah kebalikan dari stock split biasa. Dalam aksi ini, perusahaan menggabungkan beberapa lembar saham lama menjadi satu lembar saham baru dengan nilai nominal yang lebih tinggi. Jumlah lembar saham yang Anda miliki akan berkurang, sementara harga per lembar saham akan naik secara proporsional. Sekali lagi, total...

Artikel menarik lainnya:

  1. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  2. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  3. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  4. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  5. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  6. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  7. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  8. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  9. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  10. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR

TradingView Chart - BVIC