Update: Jumat, 22 Mei 2026

GIAA

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Rp 57
0.00%
Volume
834.030 lot
MA 5
58
MA 20
66
RSI
12.50
High
57
Low
54

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.75%
Support (10d)
54
Resistance (10d)
69
Volume Trend (10d)
-10.5%
Score
60
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-18.57 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (12.5) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 182.163 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GIAA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 12.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp54, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp69.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 58 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 63 - 66 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 53 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional

Dalam perdagangan saham menggunakan dana pinjaman, ada satu momen yang paling ditakuti oleh setiap trader: munculnya notifikasi margin call. Ini adalah peringatan dari perusahaan sekuritas bahwa nilai aset jaminan Anda sudah tidak cukup untuk menutupi pinjaman yang diberikan. Margin call bukanlah akhir dari segalanya. Namun, reaksi terhadap margin call-lah yang seringkali menentukan apakah seorang trader akan bangkit kembali atau justru tersingkir dari pasar untuk selamanya. Memahami Mekanisme Margin Call Sebelum membahas reaksi, penting untuk memahami mengapa margin call terjadi. Ketika Anda membeli saham secara margin, Anda meminjam dana dari broker dengan menggunakan saham yang dibeli sebagai jaminan. Setiap broker memiliki ketentuan maintenance margin, biasanya sekitar 30 hingga 40 persen dari total nilai pembelian. Jika harga saham turun drastis, nilai jaminan Anda ikut turun. Ketika rasio...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  2. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  3. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  4. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  5. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  6. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  7. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  8. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  9. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  10. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi

TradingView Chart - GIAA