Update: Jumat, 5 Juni 2026

GIAA

PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Rp 51
-3.77%
Volume
478.241 lot
MA 5
54
MA 20
60
RSI
10.53
High
53
Low
50
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.83%
Support (10d)
50
Resistance (10d)
61
Volume Trend (10d)
+4.2%
Score
55
Win Rate (30d)
13.33 %
P/L (30d)
-31.08 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (10.5) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 64.275 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GIAA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 10.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp50, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp61.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 61 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 67, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 50 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula

Dua artikel sebelumnya kita sudah membahas PBV dan PER. Kali ini kita akan membahas komponen paling penting yang menjadi "bahan baku" dari PER, yaitu EPS atau Earning per Share. Tanpa memahami EPS, Anda akan kesulitan menilai apakah suatu saham murah atau mahal. Mari kita bedah tuntas. Apa Itu EPS? Earning per Share (EPS) adalah laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap lembar saham yang beredar. Sederhananya, EPS menjawab pertanyaan: “Berapa rupiah laba yang saya dapatkan untuk setiap 1 lembar saham yang saya pegang?” Jika Anda memiliki 100 lembar saham dan EPS perusahaan Rp500, maka secara teoritis laba yang menjadi hak Anda adalah 100 x Rp500 = Rp50.000 (meskipun laba itu tidak dibagikan semua sebagai dividen). Mengapa EPS Penting? EPS adalah jantung dari investasi saham....

Artikel menarik lainnya:

  1. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  2. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor
  3. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  4. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  5. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  6. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  7. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  8. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  9. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  10. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan

TradingView Chart - GIAA