Update: Selasa, 7 Juli 2026

GJTL

PT. Gajah Tunggal Tbk.

Rp 1.125
0.00%
Volume
9.301 lot
MA 5
1.118
MA 20
1.128
RSI
32.43
High
1.130
Low
1.115
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.88%
Support (10d)
1.090
Resistance (10d)
1.190
Volume Trend (10d)
-45.2%
Score
30
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-3.43 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (32.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.531 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GJTL saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.090, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.190.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.036 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa

Seorang investor ingin membeli saham perusahaan asuransi jiwa. Ia membuka laporan keuangan, melihat laba bersih, lalu menghitung PER. Hasilnya: PER 15x. "Cukup mahal," pikirnya. Ia bandingkan dengan perusahaan asuransi lain: PER 15x juga. "Wajar kali," lalu ia membeli. Namun setahun kemudian, saham yang ia beli justru underperform dibandingkan perusahaan asuransi lain yang memiliki PER sama. Ia bingung. Apa yang salah? Ia menggunakan alat yang salah untuk industri yang salah. Perusahaan asuransi jiwa tidak bisa dinilai dengan PER atau PBV seperti perusahaan manufaktur atau consumer goods. Mengapa? Karena bisnis asuransi jiwa memiliki karakteristik unik: pendapatan premi diterima di muka, sementara klaim dibayar bertahun-tahun kemudian. Laba yang dilaporkan sangat dipengaruhi oleh asumsi aktuaria dan bisa sangat menyesatkan. Untuk menilai perusahaan asuransi jiwa, investor harus menggunakan Embedded Value...

Artikel menarik lainnya:

  1. Valuasi Relatif terhadap Obligasi Pemerintah: Kapan Saham Lebih Menarik dari Deposito?
  2. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  3. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  4. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  5. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  6. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  7. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  8. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  9. Analisis Post Trade: Seni Mengevaluasi Kesalahan Tanpa Menyesali Diri
  10. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

TradingView Chart - GJTL