* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.
Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
Tidak ada momen yang lebih menegangkan dalam investasi saham selain saat pasar sedang crash. IHSG jatuh ratusan poin dalam hitungan hari. Layar monitor Anda dipenuhi warna merah. Nilai portofolio Anda menyusut 10 persen, lalu 20 persen, lalu 30 persen. Berita buruk datang silih berganti. Rekan-rekan trader di grup WhatsApp panik dan saling melempar isu. Di saat seperti ini, logika seringkali berhenti bekerja. Yang menggantikannya adalah amigdala, bagian otak yang bertanggung jawab atas respons takut dan panik. Dan amigdala tidak pandai mengambil keputusan keuangan. Mengendalikan emosi saat pasar crash bukanlah sekadar tips tambahan untuk menjadi trader yang lebih baik. Ia adalah keterampilan bertahan hidup. Mereka yang bisa mengendalikan emosinya akan keluar dari krisis dengan modal utuh, siap untuk peluang besar yang selalu muncul setelah kehancuran. Mereka...