Update: Kamis, 20 Agustus 2026

PMUI

PT. Prima Multi Usaha Indonesia Tbk.

Rp 97
+1.04%
Volume
28.508 lot
MA 5
97
MA 20
93
RSI
71.88
High
98
Low
95
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.49%
Support (10d)
93
Resistance (10d)
104
Volume Trend (10d)
-83.1%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
16.87 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (71.9) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -563 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PMUI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp93, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp104.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 93, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?

Sebagai investor saham yang mengandalkan pendapatan dividen, Anda mungkin pernah bertanya-tanya: Apakah masih layak memburu saham dengan dividend yield 5% jika deposito bank sudah menawarkan 6% tanpa risiko? Pertanyaan ini menyentuh inti dari relasi antara dividend yield (imbal hasil dividen saham) dan suku bunga (imbal hasil instrumen utang bebas risiko). Hubungan keduanya bukan sekadar kebetulan matematis, melainkan cerminan dari perilaku pasar modal, preferensi risiko, dan kebijakan bank sentral. Artikel ini akan membahas bagaimana suku bunga mempengaruhi daya tarik dividen, konsep equity risk premium, serta strategi yang bisa Anda terapkan di berbagai siklus suku bunga. Dasar Hubungan: Suku Bunga sebagai Acuan "Biaya Peluang" Dalam teori keuangan, suku bunga bebas risiko (biasanya mengacu pada obligasi pemerintah 10 tahun atau deposito bank) adalah opportunity cost dari investasi saham....

Artikel menarik lainnya:

  1. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  2. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  3. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  4. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  5. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  6. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  7. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  8. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  9. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  10. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga

TradingView Chart - PMUI