Update: Jumat, 5 Juni 2026

PMUI

PT. Prima Multi Usaha Indonesia Tbk.

Rp 68
+1.49%
Volume
36.520 lot
MA 5
71
MA 20
90
RSI
26.32
High
69
Low
61
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.78%
Support (10d)
61
Resistance (10d)
101
Volume Trend (10d)
+2,201.5%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-36.45 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 863 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PMUI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.78%. Area support terdekat berada di sekitar Rp61, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp101.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 101 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 111, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 61 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional

Seorang investor memiliki tiga saham. Saham A: profit Rp5.000.000. Uang ini ia anggap "uang untung" dan dengan mudah ia belanjakan untuk liburan mewah. Saham B: profit Rp3.000.000. Uang ini ia anggap "uang serius" dan ia putar lagi ke investasi lain. Saham C: rugi Rp4.000.000. Kerugian ini ia anggap "kesalahan" dan ia simpan di portofolio, tidak mau direalisasikan karena sakit hati. Padahal, secara ekonomi, rupiah dari Saham A, Saham B, dan Saham C adalah rupiah yang sama persis. Tidak ada perbedaan nilai. Namun di kepala investor ini, uang-uang tersebut memiliki "label" dan "perlakuan" yang berbeda. Inilah yang disebut mental accounting. Apa Itu Mental Accounting? Mental accounting adalah konsep yang diperkenalkan oleh peraih Nobel Richard Thaler. Ia menggambarkan kecenderungan manusia untuk mengelompokkan uang ke dalam "akun-akun mental"...

Artikel menarik lainnya:

  1. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  2. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  3. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula
  4. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  5. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  6. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  7. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  8. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  9. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  10. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?

TradingView Chart - PMUI