Update: Jumat, 22 Mei 2026

POWR

PT. Cikarang Listrindo Tbk.

Rp 700
-2.10%
Volume
142.613 lot
MA 5
742
MA 20
743
RSI
34.62
High
715
Low
695

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.96%
Support (10d)
695
Resistance (10d)
790
Volume Trend (10d)
+250.6%
Score
50
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-4.11 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (34.6)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 11.282 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham POWR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp695, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp790.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 695, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?

Pernahkah Anda menjual saham, lalu melihat uang hasil penjualan belum langsung masuk ke rekening dana nasabah (RDN)? Atau sebaliknya, setelah membeli saham, Anda belum bisa langsung menjualnya kembali? Mengapa ada jeda waktu antara transaksi dan penyelesaiannya? Jawabannya terletak pada waktu settlement, atau di Indonesia dikenal dengan istilah T+2. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang T+2 settlement: apa itu, mengapa ada jeda, bagaimana mekanismenya, dan apa implikasinya bagi investor. Apa Itu Settlement Saham? Settlement adalah proses penyelesaian transaksi saham di mana terjadi perpindahan efek (saham) dari penjual ke pembeli dan perpindahan dana dari pembeli ke penjual. Dengan kata lain, settlement adalah tahap akhir dari sebuah transaksi jual-beli saham yang memastikan bahwa kedua belah pihak (pembeli dan penjual) mendapatkan hak mereka masing-masing. Proses settlement melibatkan tiga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  2. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  3. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  4. Biaya Transaksi Saham: Beli, Jual, dan Pajak — Panduan Lengkap Investor Pemula
  5. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  6. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  7. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  8. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  9. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  10. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren

TradingView Chart - POWR