Update: Jumat, 22 Mei 2026

IPOL

PT. Indopoly Swakarsa Industry Tbk.

Rp 119
+1.71%
Volume
12.912 lot
MA 5
119
MA 20
124
RSI
34.62
High
121
Low
114

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.57%
Support (10d)
114
Resistance (10d)
159
Volume Trend (10d)
+10.3%
Score
10
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (34.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -243 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPOL saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp114, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp159.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 108 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi

Dalam dunia investasi saham sektor keuangan, bank memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang populer. Namun, bagaimana dengan perusahaan asuransi? Jawabannya adalah Risk Based Capital (RBC). Bagi investor yang ingin membeli saham asuransi jiwa maupun asuransi umum, memahami RBC adalah sebuah keharusan. Rasio ini adalah barometer paling cepat untuk menilai apakah sebuah perusahaan asuransi dalam kondisi sehat, rawan, atau bahkan berisiko kolaps. Artikel ini akan membahas apa itu RBC, bagaimana cara membaca angkanya, serta implikasinya terhadap harga saham emiten asuransi di bursa. Apa Itu Risk Based Capital (RBC)? Risk Based Capital adalah standar kecukupan modal minimum yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi perusahaan asuransi. Secara konsep, RBC adalah perbandingan antara modal yang dimiliki perusahaan dengan modal minimum yang dibutuhkan untuk menutupi berbagai risiko yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  2. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  3. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  4. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  5. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  6. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  7. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  8. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  9. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  10. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham

TradingView Chart - IPOL