Update: Senin, 5 Oktober 2026

IPOL

PT. Indopoly Swakarsa Industry Tbk.

Rp 111
0.00%
Volume
11.453 lot
MA 5
111
MA 20
115
RSI
40.00
High
115
Low
111
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.07%
Support (10d)
110
Resistance (10d)
126
Volume Trend (10d)
+247.0%
Score
40
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-1.77 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 68 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPOL saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp126.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 110, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu

Ada satu kondisi psikologis yang paling berbahaya di dunia trading, lebih berbahaya daripada FOMO, lebih berbahaya daripada revenge trading, lebih berbahaya daripada overtrading. Kondisi itu adalah: tidak tahu bahwa Anda tidak tahu. Dalam psikologi, kondisi ini disebut anosognosia—ketidakmampuan seseorang untuk menyadari kekurangan atau kondisi mereka sendiri. Penderita anosognosia tidak hanya buta terhadap kelemahan mereka; mereka juga tidak sadar bahwa mereka buta. Dalam konteks trading, saya menyebutnya Graph Anosognosia: kondisi di mana seorang trader yakin bahwa mereka bisa membaca grafik, menganalisis pasar, dan mengambil keputusan yang benar—padahal sebenarnya mereka tidak bisa. Dan yang lebih parah, mereka tidak tahu bahwa mereka tidak bisa. Trader dengan graph anosognosia adalah yang paling sulit diajari. Bukan karena mereka bodoh, tetapi karena mereka tidak menyadari bahwa mereka perlu belajar. Mereka sudah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  2. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  3. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  4. Analisis Kapitalisasi Pasar vs Total Aset: Mengungkap Diskon atau Premium yang Tidak Terlihat
  5. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  6. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  7. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  8. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  9. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  10. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil

TradingView Chart - IPOL