Update: Kamis, 20 Agustus 2026

IPOL

PT. Indopoly Swakarsa Industry Tbk.

Rp 114
+2.70%
Volume
17.130 lot
MA 5
112
MA 20
110
RSI
68.42
High
116
Low
111
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.02%
Support (10d)
110
Resistance (10d)
136
Volume Trend (10d)
+1,638.0%
Score
75
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
6.54 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (68.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -16 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPOL saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 68.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp136.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 114 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 131 - 143 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 108 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur

Dalam dunia investasi saham infrastruktur — baik itu pembangun jalan tol, jembatan, bendungan, bandara, hingga proyek EPC migas — ada satu istilah yang disebut-sebut sebagai detak jantung perusahaan. Istilah itu adalah Backlog. Jika Anda hanya mengandalkan laporan laba rugi untuk menilai saham infrastruktur, Anda seperti menilai kesehatan seseorang hanya dari foto lama. Backlog adalah cermin masa depan — ia menunjukkan pekerjaan yang sudah dipesan, kontrak yang sudah ditandatangani, dan pendapatan yang akan mengalir di tahun-tahun mendatang. Apa Itu Backlog? Backlog adalah total nilai kontrak yang telah dimenangkan dan dikontrakkan oleh perusahaan infrastruktur, namun belum dilaksanakan atau pendapatannya belum diakui. Dengan kata sederhana: Backlog adalah "gunungan pekerjaan" yang sudah pasti akan dikerjakan perusahaan. Ketika sebuah perusahaan infrastruktur memenangkan tender proyek pembangunan bandara senilai Rp 5 triliun:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  2. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  3. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  4. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  5. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  6. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  7. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  8. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  9. Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa
  10. Analisis Piotroski F-Score untuk Pemula: Menyaring Saham Value yang Berkualitas

TradingView Chart - IPOL