Update: Senin, 5 Oktober 2026

AISA

PT. FKS Food Sejahtera Tbk.

Rp 114
+0.88%
Volume
16.639 lot
MA 5
115
MA 20
118
RSI
48.84
High
115
Low
113
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.83%
Support (10d)
112
Resistance (10d)
140
Volume Trend (10d)
-69.3%
Score
10
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-5.79 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (48.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.309 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AISA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.83%. Area support terdekat berada di sekitar Rp112, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp140.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 106 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  2. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  3. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  4. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  5. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  6. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  7. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  8. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  9. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  10. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar

TradingView Chart - AISA