Update: Senin, 6 Juli 2026

AISA

PT. FKS Food Sejahtera Tbk.

Rp 100
+2.04%
Volume
24.013 lot
MA 5
97
MA 20
98
RSI
40.00
High
102
Low
97
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.62%
Support (10d)
91
Resistance (10d)
102
Volume Trend (10d)
-48.3%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-14.53 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -447 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AISA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp91, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp102.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 86 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda

Setelah mempelajari rasio likuiditas dan utang, kini saatnya kita membahas rasio yang mengukur seberapa menguntungkan sebuah perusahaan, yaitu GPM (Gross Profit Margin) dan NPM (Net Profit Margin). Sekilas keduanya mirip karena sama-sama tentang margin laba. Tapi sebenarnya keduanya mengukur hal yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Mari kita bedah tuntas. Apa Itu Gross Profit Margin (GPM)? Gross Profit Margin (GPM) adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba kotor yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan, setelah dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). Sederhananya, GPM menjawab pertanyaan: “Setelah perusahaan membayar biaya produksi barang atau jasa, berapa persen uang yang tersisa?” Laba Kotor = Penjualan - Harga Pokok Penjualan (HPP) HPP adalah biaya langsung yang terkait dengan produksi (bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya pabrik). Rumus...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  2. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  3. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  4. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  5. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  6. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  7. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  8. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  9. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  10. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi

TradingView Chart - AISA