Update: Senin, 6 Juli 2026

JECC

PT. Jembo Cable Company Tbk.

Rp 635
-2.31%
Volume
853 lot
MA 5
664
MA 20
634
RSI
56.52
High
655
Low
635
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
5.06%
Support (10d)
620
Resistance (10d)
715
Volume Trend (10d)
-91.9%
Score
50
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-20.13 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -18 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JECC saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp620, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp715.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 620, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus

Seorang investor menerima pengumuman dari emiten yang sahamnya ia pegang: "Rapat Umum Pemegang Saham menyetujui distribusi saham bonus dengan rasio 1:5." Artinya, untuk setiap 5 saham yang dimiliki, ia akan mendapat 1 saham bonus gratis. Tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, jumlah lembar saham di portofolionya bertambah. Ia pun bersorak gembira. Namun setelah saham bonus didistribusikan, harga saham turun proporsional. Nilai total portofolionya tetap sama. Ia kecewa. "Lalu apa gunanya saham bonus?" pikirnya. Pertanyaan itu wajar. Saham bonus sering disalahpahami sebagai "hadiah cuma-cuma" padahal secara ekonomi tidak mengubah nilai kepemilikan. Namun saham bonus memiliki fungsi dan implikasi penting bagi investor, terutama dalam hal likuiditas, psikologi pasar, dan sinyal manajemen. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio distribusi saham bonus, bagaimana menghitungnya, implikasi terhadap harga saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  2. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  3. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  4. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  5. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  6. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  7. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  8. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  9. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom
  10. Production Cost per Ton: Metrik Paling Jujur dari Saham Tambang

TradingView Chart - JECC