Update: Senin, 12 Oktober 2026

JECC

PT. Jembo Cable Company Tbk.

Rp 700
-6.04%
Volume
414 lot
MA 5
729
MA 20
772
RSI
35.19
High
745
Low
700
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.79%
Support (10d)
675
Resistance (10d)
840
Volume Trend (10d)
-79.8%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
6.87 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (35.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JECC saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp675, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp840.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 641 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya

Dalam investasi saham sektor perbankan, banyak investor terlalu terpaku pada laba bersih atau harga buku (PBV) tanpa memahami seberapa efisien bank tersebut beroperasi. Padahal, efisiensi adalah jantung dari profitabilitas jangka panjang. Di sinilah Rasio BOPO memegang peranan yang sangat penting. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang rasio BOPO, mengapa ia menjadi indikator kunci bagi investor saham bank, serta bagaimana cara menafsirkannya dengan tepat. Apa Itu Rasio BOPO? BOPO adalah singkatan dari Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional. Rasio ini mengukur seberapa besar biaya yang dikeluarkan bank untuk menghasilkan setiap rupiah pendapatan operasional. Rumus dasarnya sangat sederhana: BOPO = (Total Biaya Operasional / Total Pendapatan Operasional) x 100% Komponen utama: Biaya operasional: mencakup biaya tenaga kerja (gaji karyawan, tunjangan, bonus), biaya umum (sewa, listrik, IT, pemasaran),...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  2. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  3. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  4. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  5. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  6. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  7. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  8. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  9. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  10. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna

TradingView Chart - JECC