Update: Rabu, 10 Juni 2026

JECC

PT. Jembo Cable Company Tbk.

Rp 590
+9.26%
Volume
52 lot
MA 5
524
MA 20
665
RSI
27.37
High
590
Low
540
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.02%
Support (10d)
468
Resistance (10d)
650
Volume Trend (10d)
-1.1%
Score
60
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-43.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (27.4) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham JECC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.4, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.02%. Area support terdekat berada di sekitar Rp468, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp650.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 602 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 649 - 679 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 549 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROA vs ROE: Memahami Dua Ukuran Profitabilitas yang Sering Tertukar

Dalam analisis fundamental saham, dua rasio profitabilitas yang paling sering digunakan adalah Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Namun secara konsep dan interpretasi, keduanya sangat berbeda. Investor yang tidak memahami perbedaan ini bisa salah mengambil keputusan. Sebuah perusahaan dengan ROE tinggi belum tentu sehat, dan perusahaan dengan ROA rendah belum tentu buruk. Artikel ini akan membahas tuntas perbedaan, kelebihan, kekurangan, serta cara menggunakan ROA dan ROE secara bijak. Apa Itu Return on Asset (ROA)? ROA mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba. Aset meliputi semua kekayaan perusahaan, baik yang berasal dari utang maupun dari modal sendiri. Rumus ROA: ROA = Laba Bersih / Total Aset ×...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  2. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  3. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  4. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  5. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  6. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  7. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  8. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  9. Mengukur Harga dari Masa Depan: Analisis Rasio Price to R&D Spend
  10. Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat

TradingView Chart - JECC