Update: Jumat, 10 Juli 2026

OBMD

PT. OBM Drilchem Tbk.

Rp 175
+4.17%
Volume
3.528 lot
MA 5
170
MA 20
164
RSI
61.82
High
180
Low
168
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.79%
Support (10d)
151
Resistance (10d)
180
Volume Trend (10d)
-66.6%
Score
70
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-17.45 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (61.8)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -11 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham OBMD saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 61.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp151, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp180.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 179 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 193 - 201 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 163 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi

Dalam dunia saham, sektor teknologi dan perusahaan digital sering kali menjadi primadona karena pertumbuhannya yang eksponensial. Namun, dibalik kisah sukses yang gemilang, banyak juga perusahaan teknologi yang bangkrut dalam diam karena satu kesalahan fundamental: mereka menghabiskan terlalu banyak uang untuk mendapatkan pelanggan, tetapi setiap pelanggan hanya bertahan sebentar dan menghasilkan sedikit pendapatan. Di sinilah analisis Customer Acquisition Cost (CAC) dan Lifetime Value (LTV) menjadi sangat penting. Ini adalah dua metrik yang paling jujur tentang kesehatan model bisnis sebuah perusahaan digital, jauh sebelum laporan laba rugi menunjukkan warna sebenarnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAC dan LTV, mengapa rasio keduanya adalah penentu utama kesuksesan jangka panjang, serta bagaimana investor saham bisa menggunakannya untuk memisahkan emas dari sampah di sektor teknologi. Apa Itu Customer...

Artikel menarik lainnya:

  1. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  2. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  3. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  4. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  5. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  6. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  7. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  8. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  9. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  10. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

TradingView Chart - OBMD