Update: Jumat, 10 Juli 2026

ASPI

PT. Andalan Sakti Primaindo Tbk.

Rp 500
+4.17%
Volume
70.206 lot
MA 5
488
MA 20
370
RSI
73.87
High
600
Low
474
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
6.99%
Support (10d)
284
Resistance (10d)
600
Volume Trend (10d)
+206.7%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
38.12 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (73.9) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.693 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASPI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 73.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.99%. Area support terdekat berada di sekitar Rp284, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp600.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 600 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 660, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 284 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi

Dalam dunia analisis saham, sebagian besar investor sudah familiar dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Namun, ada varian yang lebih jarang dibahas tetapi sangat berguna untuk sektor-sektor tertentu: EBITDAR (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent/Restructuring Costs). EBITDAR menghilangkan beban sewa (rent) dari perhitungan laba, memberikan pandangan yang lebih bersih tentang kinerja operasional perusahaan—terutama bagi mereka yang memiliki biaya sewa yang signifikan. Artikel ini akan membahas apa itu EBITDAR, mengapa penting, kapan menggunakannya, serta perbedaannya dengan EBITDA dan metrik lainnya. 1. Apa Itu EBITDAR? EBITDAR adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent (atau kadang Restructuring Costs, tergantung konteks). Dalam artikel ini, kita akan fokus pada Rent (biaya sewa), karena itu penggunaan yang paling umum. Rumus EBITDAR (dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  2. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  3. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  4. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  5. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  6. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  7. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  8. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  9. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  10. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior

TradingView Chart - ASPI