Update: Senin, 5 Oktober 2026

SLIS

PT. Gaya Abadi Sempurna Tbk.

Rp 73
+2.82%
Volume
179.320 lot
MA 5
72
MA 20
81
RSI
39.53
High
74
Low
70
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.22%
Support (10d)
67
Resistance (10d)
93
Volume Trend (10d)
-59.9%
Score
30
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-23.96 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (39.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -19.652 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SLIS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp67, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp93.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 64 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang

Dua orang trader memiliki track record yang sangat berbeda. Trader A menang 7 kali dari 10 transaksi (win rate 70%). Namun setiap kemenangannya kecil (hanya 5%), sementara setiap kekalahannya besar (minus 20%). Hasil akhir 10 transaksi: untung 7×5% = 35%, rugi 3×20% = 60%. Net: -25%. Ia merugi meskipun menang 7 kali. Trader B hanya menang 4 kali dari 10 transaksi (win rate 40%). Namun setiap kemenangannya besar (20%), sementara setiap kekalahannya kecil (minus 5%). Hasil akhir 10 transaksi: untung 4×20% = 80%, rugi 6×5% = 30%. Net: +50%. Ia untung meskipun hanya menang 4 dari 10 kali. Apa yang membedakan mereka? Bukan win rate (persentase kemenangan), tetapi reward to risk ratio (rasio antara keuntungan rata-rata dan kerugian rata-rata). Artikel ini akan membahas secara mendalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Long Legged Doji: Ketika Pasar Berguncang Hebat tapi Berakhir Bimbang
  2. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  3. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  4. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  5. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  6. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  7. ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?
  8. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  9. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  10. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

TradingView Chart - SLIS