Update: Jumat, 2 Oktober 2026

ATIC

PT. Anabatic Technologies Tbk.

Rp 440
-0.90%
Volume
526 lot
MA 5
443
MA 20
453
RSI
33.33
High
452
Low
426
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.96%
Support (10d)
426
Resistance (10d)
464
Volume Trend (10d)
+44.3%
Score
15
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-6.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -80 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ATIC saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.96%. Area support terdekat berada di sekitar Rp426, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp464.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 405 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital

Jika Anda pernah membaca laporan tahunan Netflix, Spotify, atau perusahaan media digital, Anda pasti sering menemukan istilah ARPU (Average Revenue Per User). Metrik ini sebenarnya lebih tua dari era digital – operator telekomunikasi sudah menggunakannya sejak lama. Namun kini, ARPU menjadi salah satu indikator paling krusial bagi investor yang ingin menilai kesehatan dan potensi pertumbuhan saham sektor media, teknologi, dan layanan berlangganan. Apa Itu ARPU? ARPU adalah pendapatan total perusahaan dalam periode tertentu dibagi dengan jumlah rata-rata pengguna aktif (atau pelanggan) dalam periode yang sama. ARPU=Pendapatan Periode TertentuJumlah Rata-Rata PenggunaARPU=Jumlah Rata-Rata PenggunaPendapatan Periode Tertentu​ Misalnya: Pendapatan kuartalan Spotify dari langganan premium adalah €3 miliar, dengan rata-rata 150 juta pelanggan premium. Maka ARPU = €20 per pelanggan per kuartal (atau sekitar €6,7 per bulan). Mengapa ARPU Penting untuk Investor Saham Media? Mengukur Kemampuan Monetisasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal
  2. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  3. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  4. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  5. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?
  6. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  7. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  8. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"
  9. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  10. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif

TradingView Chart - ATIC