Update: Jumat, 22 Mei 2026

GRPM

PT. Graha Prima Mentari Tbk.

Rp 284
+6.77%
Volume
62.845 lot
MA 5
288
MA 20
303
RSI
40.45
High
288
Low
240

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.39%
Support (10d)
240
Resistance (10d)
350
Volume Trend (10d)
+15.8%
Score
25
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-6.58 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.802 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GRPM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp240, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp350.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 25 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 228 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?

Dalam dunia saham, istilah "murah" seringkali menarik perhatian. Namun, ada tingkatan "murah" yang ekstrem: ketika harga saham jatuh jauh di bawah nilai buku perusahaan. Ini disebut Distress Price to Book Value (PBV Distress) —sebuah kondisi di mana pasar seolah-olah mengatakan bahwa aset perusahaan hampir tidak berharga. Apakah ini selalu tanda bahaya? Tidak selalu. Bagi investor yang paham, rasio PBV yang sangat rendah bisa menjadi peluang kontrarian yang luar biasa. Namun bagi yang kurang teliti, ini bisa menjadi jebakan (value trap) yang menghancurkan modal. Artikel ini akan membahas apa itu distress PBV, bagaimana mengukurnya, kapan ia menjadi sinyal beli, dan kapan ia menjadi peringatan untuk lari. 1. Apa Itu Distress Price to Book Value (PBV)? Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang membandingkan harga saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  2. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  3. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  4. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  5. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  6. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  7. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  8. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  9. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  10. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat

TradingView Chart - GRPM