Update: Senin, 5 Oktober 2026

AVIA

PT. Avia Avian Tbk.

Rp 342
+3.64%
Volume
133.283 lot
MA 5
331
MA 20
343
RSI
47.50
High
342
Low
332
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.68%
Support (10d)
320
Resistance (10d)
346
Volume Trend (10d)
-15.3%
Score
35
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-2.84 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (47.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -14.751 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AVIA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.68%. Area support terdekat berada di sekitar Rp320, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp346.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 304 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  2. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  3. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  4. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  5. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  6. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  7. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  8. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  9. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  10. Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek

TradingView Chart - AVIA