Update: Jumat, 10 Juli 2026

AVIA

PT. Avia Avian Tbk.

Rp 318
+0.63%
Volume
83.198 lot
MA 5
317
MA 20
315
RSI
54.05
High
322
Low
314
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.32%
Support (10d)
302
Resistance (10d)
326
Volume Trend (10d)
-57.6%
Score
75
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-7.56 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -4.351 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AVIA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.32%. Area support terdekat berada di sekitar Rp302, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp326.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 318 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 366 - 398 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 302 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli

Setiap trader dan investor pasti pernah mengalaminya: harga saham yang Anda beli mulai turun. Bukan sekadar koreksi wajar, tapi sudah menembus batas stop loss yang sebelumnya Anda tetapkan. Namun jari Anda seolah membeku di atas tombol jual. Anda berpikir, "Mungkin besok naik lagi." Besok datang, harga semakin terpuruk. Anda akhirnya menjual di harga jauh lebih rendah, atau bahkan menyimpannya hingga menjadi "investasi jangka panjang" yang tak direncanakan. Inilah yang disebut loss aversion—salah satu konsep paling kuat dalam psikologi keuangan yang membuat cut loss terasa menyiksa. Apa Itu Loss Aversion? Loss aversion adalah kecenderungan manusia untuk lebih merasakan sakit akibat kerugian daripada kenikmatan dari keuntungan yang besarnya setara. Penelitian peraih Nobel Daniel Kahneman dan Amos Tversky menunjukkan bahwa secara psikologis, rasa sakit karena kehilangan uang Rp1...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  2. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  3. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  4. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  5. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  6. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  7. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  8. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  9. Waktu Trading: Pre-opening, Regular, Pre-closing – Panduan Lengkap untuk Pemula
  10. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham

TradingView Chart - AVIA