Update: Jumat, 10 Juli 2026

MEDS

PT. Hetzer Medical Indonesia Tbk.

Rp 81
+8.00%
Volume
3.604.637 lot
MA 5
76
MA 20
73
RSI
56.25
High
89
Low
75
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.57%
Support (10d)
61
Resistance (10d)
97
Volume Trend (10d)
+410.9%
Score
85
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-13.83 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (56.3)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.568 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MEDS saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 56.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp61, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp97.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 81 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 93 - 101 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 77 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

Anda baru saja mendapat bonus tahunan atau menjual aset senilai ratusan juta rupiah. Dana itu ingin diinvestasikan ke saham. Pertanyaan yang langsung muncul: Masukkan semua sekarang (lump sum) atau dicicil bertahap (DCA)? Perdebatan antara Lump Sum dan Dollar Cost Averaging (DCA) adalah salah satu diskusi paling klasik di dunia investasi. Kedua kubu memiliki argumen kuat. Mari bedah tuntas, sehingga Anda bisa memutuskan berdasarkan data dan profil risiko, bukan sekadar firasat. Definisi Singkat Lump Sum: Menginvestasikan seluruh dana yang tersedia sekaligus saat ini juga. DCA (Dollar Cost Averaging): Memecah dana tersebut menjadi beberapa bagian dan menginvestasikannya secara berkala (misalnya bulanan) dalam jangka waktu tertentu, terlepas dari kondisi pasar. Tinjauan Data: Apa Kata Riset? Berbagai penelitian dari lembaga keuangan ternama (termasuk Vanguard dan Fidelity) dengan jangka waktu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  2. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  3. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  4. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  5. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  6. Apa Itu PBV (Price to Book Value)? Panduan Mudah untuk Pemula
  7. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan
  8. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  9. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  10. Pola Cup and Handle: Cangkir dan Gagang yang Menjanjikan Kenaikan Besar

TradingView Chart - MEDS