Update: Selasa, 18 Agustus 2026

INDY

PT. Indika Energy Tbk.

Rp 2.690
+5.08%
Volume
432.143 lot
MA 5
2.548
MA 20
2.557
RSI
53.17
High
2.750
Low
2.610
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.37%
Support (10d)
2.350
Resistance (10d)
2.760
Volume Trend (10d)
-4.3%
Score
80
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
34.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.2)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 23.451 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDY saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.350, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.760.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.690 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 3.094 - 3.363 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 2.556 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham

Seorang investor membeli saham sebuah perusahaan tambang yang sedang naik daun. Harga saham naik 40% dalam enam bulan. Ia senang. Namun ketika laporan keuangan kuartal berikutnya keluar, harga saham malah turun meskipun laba perusahaan naik. Ia bingung. Setelah diselidiki, ternyata perusahaan memiliki waran (warrant) yang melekat pada obligasi yang diterbitkan dua tahun lalu. Kini harga saham sudah di atas harga eksekusi waran, dan pemegang waran mulai mengkonversi waran mereka menjadi saham biasa. Jumlah saham beredar membengkak. Laba per saham (EPS) terdilusi. Harga saham pun turun untuk mencerminkan kepemilikan yang semakin encer. Investor itu terlambat menyadari: ia tidak membaca catatan tentang waran di laporan keuangan. Ia adalah korban dilusi tersembunyi. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang waran (warrant), bagaimana menganalisis dampaknya terhadap dilusi, cara menghitung...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  2. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  3. Capital Light Model: Model Bisnis Idaman Investor Modern
  4. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  5. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  6. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  7. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula
  8. Rasio LTV/CAC: Ukuran Paling Jujur Kesehatan Saham Digital
  9. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  10. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?

TradingView Chart - INDY