Update: Jumat, 22 Mei 2026

INDY

PT. Indika Energy Tbk.

Rp 2.460
+9.82%
Volume
501.244 lot
MA 5
2.458
MA 20
3.308
RSI
21.10
High
2.520
Low
2.150

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.49%
Support (10d)
2.150
Resistance (10d)
3.840
Volume Trend (10d)
+89.6%
Score
90
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-32.60 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (21.1) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 106.702 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDY saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 21.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.49%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.150, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.840.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.460 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 2.829 - 3.075 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 2.337 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Pengertian Pendapatan vs Laba: Jangan Tertukar!

Dalam dunia investasi saham, banyak pemula yang masih keliru membedakan antara pendapatan dan laba. Ada yang mengira keduanya sama. Padahal, ini adalah kesalahan fatal yang bisa membuat Anda salah menilai kesehatan sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki pendapatan triliunan rupiah, tapi labanya kecil bahkan rugi. Mari kita bedah perbedaan mendasar ini agar Anda tidak tertukar lagi. Apa Itu Pendapatan (Revenue)? Pendapatan adalah seluruh uang yang masuk ke perusahaan dari hasil penjualan barang atau jasa sebelum dikurangi biaya apa pun. Sederhananya, pendapatan menjawab pertanyaan: “Berapa total uang yang diterima perusahaan dari pelanggan?” Pendapatan sering juga disebut: Revenue Penjualan (Sales) Omzet Contoh Pendapatan Sederhana Bayangkan Anda membuka warung bakso. Dalam sehari, Anda menjual 100 porsi bakso. Harga per porsi = Rp20.000. Maka pendapatan Anda sehari = 100...

Artikel menarik lainnya:

  1. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  2. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  3. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  4. Mengendalikan Euforia saat Pasar Bullish Ekstrem: Saat Bahagia Justru Berbahaya
  5. Lunar Cycle Pattern: New Moon dan Full Moon dalam Analisis Saham
  6. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  7. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  8. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor
  9. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  10. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

TradingView Chart - INDY