Update: Kamis, 20 Agustus 2026

INDY

PT. Indika Energy Tbk.

Rp 2.690
+3.46%
Volume
351.944 lot
MA 5
2.608
MA 20
2.568
RSI
54.29
High
2.740
Low
2.650
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.44%
Support (10d)
2.430
Resistance (10d)
2.760
Volume Trend (10d)
-18.0%
Score
100
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
37.60 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 24.789 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INDY saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.430, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.760.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 2.690 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 3.094 - 3.363 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 2.556 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  2. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  3. Diamond Top dan Diamond Bottom: Berlian yang Menandai Pembalikan Harga
  4. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  5. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  6. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  7. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  8. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  9. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  10. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud

TradingView Chart - INDY