Update: Jumat, 5 Juni 2026

BELI

PT. Global Digital Niaga Tbk.

Rp 302
-8.48%
Volume
1.073 lot
MA 5
320
MA 20
342
RSI
30.88
High
330
Low
302
Nilai
10/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.95%
Support (10d)
290
Resistance (10d)
350
Volume Trend (10d)
-17.5%
Score
10
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-26.34 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (30.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -488 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BELI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 30.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp290, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp350.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 276 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital

Jika Anda pernah membaca laporan tahunan Netflix, Spotify, atau perusahaan media digital, Anda pasti sering menemukan istilah ARPU (Average Revenue Per User). Metrik ini sebenarnya lebih tua dari era digital – operator telekomunikasi sudah menggunakannya sejak lama. Namun kini, ARPU menjadi salah satu indikator paling krusial bagi investor yang ingin menilai kesehatan dan potensi pertumbuhan saham sektor media, teknologi, dan layanan berlangganan. Apa Itu ARPU? ARPU adalah pendapatan total perusahaan dalam periode tertentu dibagi dengan jumlah rata-rata pengguna aktif (atau pelanggan) dalam periode yang sama. ARPU=Pendapatan Periode TertentuJumlah Rata-Rata PenggunaARPU=Jumlah Rata-Rata PenggunaPendapatan Periode Tertentu​ Misalnya: Pendapatan kuartalan Spotify dari langganan premium adalah €3 miliar, dengan rata-rata 150 juta pelanggan premium. Maka ARPU = €20 per pelanggan per kuartal (atau sekitar €6,7 per bulan). Mengapa ARPU Penting untuk Investor Saham Media? Mengukur Kemampuan Monetisasi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  2. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  3. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  4. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  5. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  6. Fibonacci Time Zone – Kapan Waktu yang Tepat untuk Pergerakan Besar?
  7. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  8. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  9. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  10. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

TradingView Chart - BELI