Update: Kamis, 20 Agustus 2026

LPPS

PT. Lenox Pasifik Investama Tbk.

Rp 82
+1.23%
Volume
30.141 lot
MA 5
81
MA 20
81
RSI
57.89
High
84
Low
80
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.30%
Support (10d)
79
Resistance (10d)
88
Volume Trend (10d)
-10.3%
Score
65
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
22.39 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 498 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LPPS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.30%. Area support terdekat berada di sekitar Rp79, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp88.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 84 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 90 - 94 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 76 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, model bisnis media telah bergeser drastis. Iklan digital yang dulunya menjadi tulang punggung pendapatan kini tergerus oleh dominasi Google dan Meta. Kini, investor lebih menyukai perusahaan media yang memiliki pendapatan berulang (recurring revenue) dari pelanggan setia. Di sinilah metrik Price per Subscriber (PPS) menjadi sangat penting. Apa Itu Price per Subscriber? Price per Subscriber adalah rasio valuasi yang menghitung berapa nilai pasar yang bersedia dibayar investor untuk setiap satu pelanggan berbayar (subscriber) perusahaan media. Rumus dasarnya sederhana: PPS = (Kapitalisasi Pasar + Utang Bersih) / Total Jumlah Subscriber Berbayar Metrik ini sering digunakan untuk membandingkan perusahaan media sejenis, seperti The New York Times (NYT), Netflix (meskipun lebih ke hiburan), atau Spotify. Mengapa PPS Relevan untuk Saham Media? Media cetak tradisional dinilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  2. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  3. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  4. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  5. Kepercayaan Buta pada Guru Saham: Bahaya Mengikuti Tanpa Filter
  6. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  7. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  8. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  9. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  10. Bump and Run Reversal (BARR): Pola Pembalikan yang Jarang Dikenal

TradingView Chart - LPPS