Update: Senin, 5 Oktober 2026

BINO

PT. Perma Plasindo Tbk.

Rp 105
-2.78%
Volume
2.664 lot
MA 5
107
MA 20
113
RSI
25.93
High
108
Low
104
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.21%
Support (10d)
103
Resistance (10d)
117
Volume Trend (10d)
-12.2%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-9.48 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.9) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 498 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BINO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.21%. Area support terdekat berada di sekitar Rp103, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp117.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 117 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 129, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 103 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri

Dalam dinamika pasar modal, ada satu aksi korporasi yang kerap disambut antusias oleh para investor: buyback saham. Saham-saham perusahaan yang mengumumkan buyback sering kali langsung melonjak harga. Namun, tidak sedikit investor yang masih bertanya-tanya: apa sebenarnya buyback itu? Apakah selalu menguntungkan? Mengapa perusahaan mau mengeluarkan uang untuk membeli sahamnya sendiri? Artikel ini akan membahas tuntas tentang buyback saham, dari definisi, mekanisme, tujuan, hingga dampaknya bagi investor. Apa Itu Buyback Saham? Buyback saham (saham回购) adalah aksi korporasi di mana perusahaan membeli kembali saham-sahamnya yang telah beredar di publik, baik melalui bursa efek maupun mekanisme tender offer. Dengan kata lain, perusahaan bertindak seperti investor biasa yang membeli saham sendiri. Setelah saham dibeli kembali, perusahaan memiliki opsi untuk: Menahan saham tersebut sebagai saham treasury (treasury stock) yang bisa...

Artikel menarik lainnya:

  1. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital
  2. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  3. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  4. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  5. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  6. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  7. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  8. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  9. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  10. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands

TradingView Chart - BINO