Update: Senin, 6 Juli 2026

ASRI

PT. Alam Sutera Realty Tbk.

Rp 107
-1.83%
Volume
51.106 lot
MA 5
107
MA 20
109
RSI
38.10
High
112
Low
107
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.17%
Support (10d)
104
Resistance (10d)
114
Volume Trend (10d)
-48.3%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-6.14 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (38.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.830 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASRI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.17%. Area support terdekat berada di sekitar Rp104, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp114.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 99 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi

Saham perusahaan konstruksi memiliki karakteristik yang unik. Pendapatan dan laba yang dilaporkan dalam satu kuartal seringkali tidak mencerminkan pekerjaan yang sedang berjalan, melainkan hasil dari proyek-proyek yang mungkin telah dimulai satu atau dua tahun sebelumnya. Akibatnya, investor yang hanya melihat laporan laba rugi bisa saja tertinggal atau justru terjebak dalam ilusi pertumbuhan sesaat. Di sinilah Unbilled Revenue (atau pendapatan yang belum ditagih) menjadi salah satu metrik paling krusial. Ia adalah jendela yang memperlihatkan pekerjaan yang sudah dilakukan tetapi belum diakui sebagai pendapatan — sekaligus menjadi indikator kuat tentang arus kas dan pendapatan masa depan perusahaan konstruksi. Apa Itu Unbilled Revenue? Unbilled Revenue adalah nilai pekerjaan konstruksi yang telah dilaksanakan oleh perusahaan (sesuai persentase penyelesaian proyek), tetapi belum dapat ditagihkan kepada pemberi kerja karena termin penagihan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  2. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  3. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  4. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  5. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  6. Saham Gocap: Mental Block di Balik Harga Rp50 yang Menggoda
  7. Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return
  8. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  9. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  10. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank

TradingView Chart - ASRI