Update: Jumat, 10 Juli 2026

ASRI

PT. Alam Sutera Realty Tbk.

Rp 117
+0.86%
Volume
118.310 lot
MA 5
117
MA 20
112
RSI
55.56
High
121
Low
116
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.90%
Support (10d)
104
Resistance (10d)
132
Volume Trend (10d)
+361.2%
Score
80
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-1.68 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (55.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.561 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASRI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 55.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.90%. Area support terdekat berada di sekitar Rp104, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp132.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 117 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 135 - 146 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 111 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu

Ada satu kondisi psikologis yang paling berbahaya di dunia trading, lebih berbahaya daripada FOMO, lebih berbahaya daripada revenge trading, lebih berbahaya daripada overtrading. Kondisi itu adalah: tidak tahu bahwa Anda tidak tahu. Dalam psikologi, kondisi ini disebut anosognosia—ketidakmampuan seseorang untuk menyadari kekurangan atau kondisi mereka sendiri. Penderita anosognosia tidak hanya buta terhadap kelemahan mereka; mereka juga tidak sadar bahwa mereka buta. Dalam konteks trading, saya menyebutnya Graph Anosognosia: kondisi di mana seorang trader yakin bahwa mereka bisa membaca grafik, menganalisis pasar, dan mengambil keputusan yang benar—padahal sebenarnya mereka tidak bisa. Dan yang lebih parah, mereka tidak tahu bahwa mereka tidak bisa. Trader dengan graph anosognosia adalah yang paling sulit diajari. Bukan karena mereka bodoh, tetapi karena mereka tidak menyadari bahwa mereka perlu belajar. Mereka sudah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  2. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  3. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  4. Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor
  5. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  6. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  7. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  8. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  9. Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham
  10. Mengenal Alligator: Rahasia Bill Williams untuk Mengikuti Pasar yang "Bangun"

TradingView Chart - ASRI