Update: Senin, 6 Juli 2026

DSNG

PT. Dharma Satya Nusantara Tbk.

Rp 1.150
+0.44%
Volume
14.614 lot
MA 5
1.137
MA 20
1.126
RSI
50.00
High
1.155
Low
1.130
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.66%
Support (10d)
1.105
Resistance (10d)
1.165
Volume Trend (10d)
-56.3%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-9.45 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -13.383 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DSNG saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.66%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.105, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.165.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.173 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.265 - 1.323 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.070 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal

Dalam dunia investasi saham, Anda mungkin pernah mendengar istilah right issue atau HMETD (Hasil Memesan Efek Terlebih Dahulu). Bagi investor pemula, frasa ini sering terdengar asing dan membingungkan. Apakah right issue itu baik atau buruk? Apakah investor wajib ikut? Mengapa harga saham sering turun setelah pengumuman right issue? Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu right issue, bagaimana mekanismenya, serta dampaknya bagi investor. Apa Itu Right Issue? Right issue adalah aksi korporasi di mana perusahaan menerbitkan saham baru untuk dijual terlebih dahulu kepada pemegang saham lama, bukan kepada publik umum. Istilah lain yang umum digunakan adalah HMETD (Hasil Memesan Efek Terlebih Dahulu). Secara sederhana, bayangkan Anda adalah salah satu pemilik sebuah perusahaan kue. Perusahaan Anda ingin ekspansi membuka toko baru, tetapi dana yang tersedia...

Artikel menarik lainnya:

  1. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  2. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  3. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?
  4. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  5. Analisis Precedent Transaction: Menilai Saham dari Harga Akuisisi Perusahaan Sejenis
  6. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  7. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  8. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  9. Stop Bolak-Balik Buka Aplikasi Saham: Cara Mengatur Notifikasi Harga yang Efektif
  10. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula

TradingView Chart - DSNG