Update: Jumat, 22 Mei 2026

DSNG

PT. Dharma Satya Nusantara Tbk.

Rp 1.280
0.00%
Volume
228.617 lot
MA 5
1.321
MA 20
1.625
RSI
9.29
High
1.300
Low
1.230

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.87%
Support (10d)
1.165
Resistance (10d)
1.755
Volume Trend (10d)
+10.4%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-23.12 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (9.3) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -49.256 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DSNG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 9.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.87%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.165, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.755.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.165, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan

Dalam analisis teknikal, volume adalah "bahan bakar" yang menggerakkan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi di mana volume melonjak ke tingkat yang ekstrim—jauh di atas rata-rata—dan justru menandakan bahwa tren sedang kehabisan tenaga. Kondisi ini dikenal sebagai Climax Volume. Climax volume adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia sering muncul di titik-titik kritis pasar: di akhir downtrend yang panjang (selling climax) atau di akhir uptrend yang panjang (buying climax). Bagi trader yang memahami konsep ini, climax volume adalah peringatan bahwa tren akan segera berbalik atau setidaknya mengalami koreksi signifikan. Karakteristik Climax Volume Climax volume adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak drastis—seringkali 3 hingga 5 kali atau lebih di atas volume...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  2. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  3. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  4. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  5. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  6. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  7. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  8. Peran Accountability Partner dalam Saham: Mengapa Berinvestasi Sendirian Bisa Berbahaya
  9. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  10. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung

TradingView Chart - DSNG