Update: Senin, 5 Oktober 2026

BKSL

PT. Sentul City Tbk.

Rp 57
+1.79%
Volume
700.772 lot
MA 5
56
MA 20
65
RSI
28.57
High
58
Low
56
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.36%
Support (10d)
51
Resistance (10d)
71
Volume Trend (10d)
+56.6%
Score
75
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-25.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (28.6) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 151.303 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BKSL saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.6, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp51, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp71.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 57 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 66 - 71 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 54 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan

Dalam dunia keuangan dan investasi saham, Anda pasti sering mendengar istilah EBITDA. Hampir setiap laporan tahunan perusahaan, presentasi manajemen, dan riset analis keuangan mencantumkan metrik ini. EBITDA dipuja sebagai indikator profitabilitas operasional yang "lebih murni" dibandingkan laba bersih. Namun di balik popularitasnya, EBITDA juga menyimpan bahaya besar jika digunakan secara membabi buta. Banyak investor yang terjebak karena terlalu percaya pada EBITDA tanpa memahami kelemahan mendasarnya. Artikel ini akan membahas secara jujur tentang EBITDA: apa itu, bagaimana menghitungnya, mengapa ia berguna, tetapi yang lebih penting – mengapa ia juga bisa sangat menyesatkan. Apa Itu EBITDA? EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization. Dalam bahasa Indonesia: Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi. Dengan kata lain, EBITDA adalah laba operasional perusahaan sebelum dipotong:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  2. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  3. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  4. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  5. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  6. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  7. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  8. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  9. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  10. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?

TradingView Chart - BKSL