Update: Selasa, 18 Agustus 2026

BKSL

PT. Sentul City Tbk.

Rp 77
+4.05%
Volume
4.709.557 lot
MA 5
74
MA 20
71
RSI
68.97
High
79
Low
74
Nilai
85/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.92%
Support (10d)
67
Resistance (10d)
82
Volume Trend (10d)
+177.3%
Score
85
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
14.93 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (69.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -31.984 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BKSL saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 69.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp67, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp82.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 85 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 77 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 89 - 96 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 73 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi

Dalam dunia analisis saham, sebagian besar investor sudah familiar dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Namun, ada varian yang lebih jarang dibahas tetapi sangat berguna untuk sektor-sektor tertentu: EBITDAR (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent/Restructuring Costs). EBITDAR menghilangkan beban sewa (rent) dari perhitungan laba, memberikan pandangan yang lebih bersih tentang kinerja operasional perusahaan—terutama bagi mereka yang memiliki biaya sewa yang signifikan. Artikel ini akan membahas apa itu EBITDAR, mengapa penting, kapan menggunakannya, serta perbedaannya dengan EBITDA dan metrik lainnya. 1. Apa Itu EBITDAR? EBITDAR adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, Amortization, and Rent (atau kadang Restructuring Costs, tergantung konteks). Dalam artikel ini, kita akan fokus pada Rent (biaya sewa), karena itu penggunaan yang paling umum. Rumus EBITDAR (dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  2. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  3. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  4. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  5. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  6. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  7. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  8. Rasio Net Debt to EBITDA: Mengukur Beban Utang yang Sebenarnya
  9. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  10. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham

TradingView Chart - BKSL