Update: Senin, 6 Juli 2026

SUNI

PT. Sunindo Pratama Tbk.

Rp 605
-1.63%
Volume
2.100 lot
MA 5
613
MA 20
641
RSI
6.25
High
610
Low
595
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.42%
Support (10d)
595
Resistance (10d)
655
Volume Trend (10d)
+8.8%
Score
60
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-1.63 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (6.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 57 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SUNI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 6.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.42%. Area support terdekat berada di sekitar Rp595, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp655.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 617 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 666 - 696 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 563 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?

Bagi Anda yang baru mulai tertarik berinvestasi, seringkali bingung memilih di antara tiga instrumen paling populer: saham, reksadana, dan obligasi. Ketiganya memiliki karakteristik, tingkat risiko, dan potensi keuntungan yang berbeda. Tidak ada yang paling "benar" atau "salah". Yang terbaik tergantung pada tujuan, profil risiko, dan jangka waktu investasi Anda. Mari kita bedah satu per satu. 1. Saham Apa Itu Saham? Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atau badan hukum atas suatu perusahaan. Ketika Anda membeli saham, Anda menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Bagaimana Cara Kerjanya? Anda membeli saham di bursa efek melalui perusahaan sekuritas (broker). Harga saham bergerak naik turun setiap hari tergantung permintaan dan penawaran. Sumber Keuntungan: Sumber Penjelasan Capital Gain Keuntungan dari selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli. Dividen...

Artikel menarik lainnya:

  1. Free Cash Flow (FCF) Adalah Raja: Mengapa Laba Bisa Berbohong, tapi Arus Kas Bebas Tidak
  2. Rectangle: Kotak Konsolidasi yang Menentukan Arah Tren Berikutnya
  3. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  4. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  5. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  6. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  7. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  8. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  9. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  10. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing

TradingView Chart - SUNI