Update: Jumat, 22 Mei 2026

SUNI

PT. Sunindo Pratama Tbk.

Rp 660
+7.32%
Volume
10.502 lot
MA 5
622
MA 20
635
RSI
70.00
High
660
Low
605

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.36%
Support (10d)
580
Resistance (10d)
660
Volume Trend (10d)
-22.0%
Score
70
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-8.33 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (70.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 544 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SUNI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 70.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp580, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp660.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 673 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 726 - 759 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 614 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal

Dalam dunia investasi, kita sering mendengar nasihat klasik: "Jangan terlalu agresif, jangan terlalu konservatif. Ambil posisi moderat." Namun, ada strategi yang justru menolak jalan tengah tersebut. Namanya Strategi Barbell. Terinspirasi dari bentuk barbel (angkat beban) yang memiliki dua ujung berat dan batang tipis di tengah, strategi ini mengalokasikan portofolio secara ekstrem: sebagian besar di aset super aman, sebagian kecil di aset super berisiko — dan hampir tidak ada di kelas menengah. Pendekatan ini dipopulerkan oleh penulis dan mantan trader bernama Nassim Taleb (karya terkenalnya: The Black Swan). Taleb berargumen bahwa kelas menengah (misalnya saham blue chip biasa atau obligasi korporasi menengah) justru paling berbahaya karena memberi ilusi keamanan tetapi tetap bisa hancur saat krisis. Apa Itu Strategi Barbell? Secara sederhana, strategi barbell membagi portofolio menjadi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  2. Mengenal Pola Bullish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  3. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  4. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  5. Analisis DuPont 5 Langkah: Bedah ROE hingga ke Tulang Paling Dalam
  6. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  7. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?
  8. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  9. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  10. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren

TradingView Chart - SUNI