Update: Jumat, 22 Mei 2026

ENRG

PT. Energi Mega Persada Tbk.

Rp 1.490
+22.13%
Volume
1.193.162 lot
MA 5
1.435
MA 20
1.676
RSI
39.73
High
1.510
Low
1.120

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.71%
Support (10d)
1.120
Resistance (10d)
1.850
Volume Trend (10d)
-53.8%
Score
60
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-9.70 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (39.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 167.556 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ENRG saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.71%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.120, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.850.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.520 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.639 - 1.714 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.386 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan investor pemula adalah melihat rasio Price to Book Value (PBV) sebuah saham, lalu langsung menyimpulkan apakah saham tersebut murah atau mahal berdasarkan angka absolut. "Bank A punya PBV 1,5x, Bank B punya PBV 2,0x, jadi Bank A lebih murah." Atau bahkan lebih parah: "Bank punya PBV 1,5x, sementara perusahaan teknologi punya PBV 8x, jadi teknologi terlalu mahal." Kesimpulan seperti ini bisa sangat menyesatkan. Mengapa? Karena setiap sektor memiliki karakteristik fundamental yang berbeda yang mempengaruhi "rasio PBV normal" masing-masing. Membandingkan PBV bank dengan PBV perusahaan teknologi seperti membandingkan apel dengan durian – keduanya buah, tetapi sangat berbeda. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan karakteristik sektor perbankan dan sektor teknologi yang menyebabkan rentang PBV mereka berbeda secara fundamental. Dengan...

Artikel menarik lainnya:

  1. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  2. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  3. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  4. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  5. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  6. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  7. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  8. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  9. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  10. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor

TradingView Chart - ENRG