Update: Kamis, 8 Oktober 2026

ENRG

PT. Energi Mega Persada Tbk.

Rp 1.000
-5.66%
Volume
1.027.668 lot
MA 5
1.122
MA 20
1.288
RSI
33.15
High
1.060
Low
990
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.37%
Support (10d)
990
Resistance (10d)
1.445
Volume Trend (10d)
+40.3%
Score
15
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-20.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (33.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -31.814 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ENRG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp990, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.445.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 941 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi

Dalam dunia investasi saham sektor keuangan, bank memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang populer. Namun, bagaimana dengan perusahaan asuransi? Jawabannya adalah Risk Based Capital (RBC). Bagi investor yang ingin membeli saham asuransi jiwa maupun asuransi umum, memahami RBC adalah sebuah keharusan. Rasio ini adalah barometer paling cepat untuk menilai apakah sebuah perusahaan asuransi dalam kondisi sehat, rawan, atau bahkan berisiko kolaps. Artikel ini akan membahas apa itu RBC, bagaimana cara membaca angkanya, serta implikasinya terhadap harga saham emiten asuransi di bursa. Apa Itu Risk Based Capital (RBC)? Risk Based Capital adalah standar kecukupan modal minimum yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi perusahaan asuransi. Secara konsep, RBC adalah perbandingan antara modal yang dimiliki perusahaan dengan modal minimum yang dibutuhkan untuk menutupi berbagai risiko yang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Alternate AB=CD: Ketika AB Tidak Lagi Sama dengan CD
  2. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  3. Perbedaan Trading Saham Reguler vs Cash Market: Panduan Lengkap untuk Pemula
  4. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  5. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  6. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  7. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  8. Rasio Price to Sales (P/S): Penyelamat Saat Perusahaan Rugi
  9. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  10. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan

TradingView Chart - ENRG