Update: Jumat, 5 Juni 2026

ENRG

PT. Energi Mega Persada Tbk.

Rp 1.200
-10.45%
Volume
431.707 lot
MA 5
1.334
MA 20
1.510
RSI
32.08
High
1.355
Low
1.175
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.91%
Support (10d)
1.120
Resistance (10d)
1.510
Volume Trend (10d)
-12.2%
Score
35
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-32.58 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 15.100 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ENRG saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.91%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.120, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.510.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.064 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham

Setelah mempelajari PBV, PER, dan EPS, kini saatnya kita membahas salah satu rasio paling disukai oleh investor kelas dunia seperti Warren Buffett, yaitu ROE atau Return on Equity. Jika EPS mengukur laba per saham, maka ROE mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan uang pemegang saham untuk menghasilkan laba. Mari kita bahas dari dasar. Apa Itu ROE? Return on Equity (ROE) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari setiap rupiah ekuitas (modal sendiri) yang dimiliki pemegang saham. Sederhananya, ROE menjawab pertanyaan: “Dari setiap Rp100 modal yang ditanamkan pemegang saham, berapa rupiah laba yang bisa dihasilkan perusahaan dalam setahun?” Return: Laba bersih yang dihasilkan. Equity: Modal sendiri (total aset dikurangi total utang). Rumus ROE Rumus ROE sangat sederhana: ROE = (Laba Bersih / Total...

Artikel menarik lainnya:

  1. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  2. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  3. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  4. Rising Wedge: Wedge Naik yang Menjebak Trader Optimis
  5. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  6. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  7. Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"
  8. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  9. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  10. Regret Aversion: Ketika Ketakutan Akan Penyesalan Melumpuhkan Keputusan Investasi Anda

TradingView Chart - ENRG