Update: Jumat, 14 Agustus 2026

BSIM

PT. Bank Sinarmas Tbk.

Rp 700
+1.45%
Volume
111 lot
MA 5
696
MA 20
699
RSI
52.94
High
700
Low
685
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.86%
Support (10d)
685
Resistance (10d)
715
Volume Trend (10d)
-49.1%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
0.72 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -12 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BSIM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp685, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp715.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 685, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik

Dalam analisis teknikal saham, kita sudah mengenal Double Top sebagai pola pembalikan bearish dengan dua puncak. Namun, bagaimana jika harga mencoba menembus level resistance yang sama sebanyak tiga kali dan ketiganya gagal? Pola inilah yang disebut Triple Top. Triple Top adalah versi yang lebih kuat dan lebih jarang muncul dibandingkan Double Top. Pola ini menandakan bahwa tekanan beli sudah benar-benar habis setelah tiga kali upaya yang gagal. Ketika pola ini terbentuk, sinyal pembalikan yang dihasilkan cenderung lebih kuat dan pergerakan harga setelah penembusan sering kali lebih tajam. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Triple Top, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, variasi pola, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Triple Top? Triple Top adalah pola pembalikan bearish (bearish reversal) yang terbentuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  2. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  3. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band
  4. Parabolic SAR: Titik-Titik yang Menunjukkan Arah Tren dan Titik Balik
  5. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  6. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  7. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  8. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  9. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  10. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin

TradingView Chart - BSIM