Update: Selasa, 6 Oktober 2026

BUKA

PT. Bukalapak.com Tbk.

Rp 103
-0.96%
Volume
455.030 lot
MA 5
104
MA 20
106
RSI
50.00
High
105
Low
102
Nilai
20/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.67%
Support (10d)
101
Resistance (10d)
108
Volume Trend (10d)
-50.8%
Score
20
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-3.74 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -132.286 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BUKA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.67%. Area support terdekat berada di sekitar Rp101, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp108.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 96 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"

"Sudah saya bilang dari dulu saham ini bakal turun." "Siapa sih yang tidak tahu kalau krisis akan datang?" "Lihat kan? Saya sudah merasa aneh dengan saham itu sejak awal." Pernahkah Anda mendengar (atau bahkan mengucapkan sendiri) kalimat-kalimat seperti itu setelah suatu peristiwa pasar terjadi? Selamat, Anda sedang menyaksikan—atau mengalami—hindsight bias dalam bentuknya yang paling klasik. Apa Itu Hindsight Bias? Hindsight bias adalah kecenderungan psikologis untuk melihat suatu peristiwa yang sudah terjadi seolah-olah peristiwa tersebut mudah diprediksi sebelumnya. Dalam bahasa sederhana: setelah sesuatu terjadi, kita merasa "tahu sejak awal" bahwa hal itu akan terjadi, padahal sebelumnya kita tidak tahu apa-apa. Fenomena ini sering disebut juga sebagai "efek saya-tahu-semua" atau "bias 20/20" (mengacu pada ketajaman penglihatan setelah fakta). Di dunia saham, hindsight bias adalah musuh utama pembelajaran...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  2. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  3. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  4. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  5. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  6. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  7. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  8. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  9. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  10. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)

TradingView Chart - BUKA