Update: Kamis, 20 Agustus 2026

AKPI

PT. Argha Karya Prima Industry Tbk.

Rp 515
+1.98%
Volume
2.373 lot
MA 5
509
MA 20
503
RSI
65.75
High
520
Low
500
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.85%
Support (10d)
490
Resistance (10d)
525
Volume Trend (10d)
+1.4%
Score
100
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
4.25 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (65.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 22 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AKPI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 65.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.85%. Area support terdekat berada di sekitar Rp490, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp525.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 515 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 592 - 644 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 489 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham

Setelah mempelajari PBV, PER, dan EPS, kini saatnya kita membahas salah satu rasio paling disukai oleh investor kelas dunia seperti Warren Buffett, yaitu ROE atau Return on Equity. Jika EPS mengukur laba per saham, maka ROE mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan uang pemegang saham untuk menghasilkan laba. Mari kita bahas dari dasar. Apa Itu ROE? Return on Equity (ROE) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari setiap rupiah ekuitas (modal sendiri) yang dimiliki pemegang saham. Sederhananya, ROE menjawab pertanyaan: “Dari setiap Rp100 modal yang ditanamkan pemegang saham, berapa rupiah laba yang bisa dihasilkan perusahaan dalam setahun?” Return: Laba bersih yang dihasilkan. Equity: Modal sendiri (total aset dikurangi total utang). Rumus ROE Rumus ROE sangat sederhana: ROE = (Laba Bersih / Total...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  2. PER Ideal untuk Saham Consumer Goods: Berapa Batas Wajar Membeli?
  3. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  4. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  5. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  6. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  7. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  8. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  9. Rasio BOPO: Mengukur Efisiensi Operasional Bank Sebelum Membeli Sahamnya
  10. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish

TradingView Chart - AKPI