Update: Senin, 5 Oktober 2026

AKPI

PT. Argha Karya Prima Industry Tbk.

Rp 520
+2.97%
Volume
844 lot
MA 5
510
MA 20
523
RSI
33.33
High
530
Low
505
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.46%
Support (10d)
498
Resistance (10d)
535
Volume Trend (10d)
-17.3%
Score
55
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
2.97 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (33.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 99 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AKPI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 33.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp498, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp535.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 535 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 589, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 498 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh

Setiap bangunan yang kokoh membutuhkan fondasi yang kuat. Begitu pula dalam investasi. Sebelum Anda bermain-main dengan saham spekulatif, kripto, atau instrumen berisiko tinggi lainnya, Anda harus memiliki core portfolio — inti portofolio yang dirancang untuk bertahan dalam badai pasar sekaligus memberikan pertumbuhan yang stabil dalam jangka panjang. Kombinasi paling klasik dan terbukti ampuh untuk core portfolio adalah saham blue chip dan obligasi. Dua kelas aset ini bekerja secara komplementer: ketika saham sedang terpuruk, obligasi cenderung memberikan ketenangan. Ketika obligasi sedang lesu, saham biasanya melesat. Apa Itu Saham Blue Chip? Saham blue chip adalah saham dari perusahaan-perusahaan besar, mapan, memiliki reputasi kuat, kinerja keuangan yang stabil, dan biasanya sudah beroperasi selama puluhan tahun. Istilah "blue chip" sendiri diambil dari permainan poker, di mana chip biru memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  2. Dark Cloud Cover: Pola Awan Gelap yang Menandakan Pembalikan Bearish
  3. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  4. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  5. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  6. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  7. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  8. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  9. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  10. Menghadapi Opini Keluarga yang Meragukan Saham: Antara Nasihat dan Tekanan

TradingView Chart - AKPI