Update: Kamis, 15 Oktober 2026

CASH

PT. Cashlez Worldwide Indonesia Tbk.

Rp 238
-9.16%
Volume
22.454 lot
MA 5
261
MA 20
255
RSI
47.50
High
262
Low
236
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
4.18%
Support (10d)
236
Resistance (10d)
302
Volume Trend (10d)
+11.5%
Score
70
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
10.19 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 933 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CASH saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.18%. Area support terdekat berada di sekitar Rp236, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp302.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 243 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 262 - 274 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 221 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli

Setiap trader dan investor pasti pernah mengalaminya: harga saham yang Anda beli mulai turun. Bukan sekadar koreksi wajar, tapi sudah menembus batas stop loss yang sebelumnya Anda tetapkan. Namun jari Anda seolah membeku di atas tombol jual. Anda berpikir, "Mungkin besok naik lagi." Besok datang, harga semakin terpuruk. Anda akhirnya menjual di harga jauh lebih rendah, atau bahkan menyimpannya hingga menjadi "investasi jangka panjang" yang tak direncanakan. Inilah yang disebut loss aversion—salah satu konsep paling kuat dalam psikologi keuangan yang membuat cut loss terasa menyiksa. Apa Itu Loss Aversion? Loss aversion adalah kecenderungan manusia untuk lebih merasakan sakit akibat kerugian daripada kenikmatan dari keuntungan yang besarnya setara. Penelitian peraih Nobel Daniel Kahneman dan Amos Tversky menunjukkan bahwa secara psikologis, rasa sakit karena kehilangan uang Rp1...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mass Index: Mengukur Ekspansi Volatilitas untuk Mengidentifikasi Pembalikan
  2. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  3. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  4. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  5. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  6. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  7. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  8. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  9. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  10. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam

TradingView Chart - CASH