Update: Jumat, 11 September 2026

BAYU

PT. Bayu Buana Tbk

Rp 1.345
+0.37%
Volume
2.805 lot
MA 5
1.348
MA 20
1.304
RSI
67.44
High
1.360
Low
1.325
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.37%
Support (10d)
1.220
Resistance (10d)
1.420
Volume Trend (10d)
+64.7%
Score
80
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
16.96 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (67.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 289 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BAYU saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 67.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.220, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.420.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.345 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.547 - 1.681 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.278 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional

Seorang investor memiliki tiga saham. Saham A: profit Rp5.000.000. Uang ini ia anggap "uang untung" dan dengan mudah ia belanjakan untuk liburan mewah. Saham B: profit Rp3.000.000. Uang ini ia anggap "uang serius" dan ia putar lagi ke investasi lain. Saham C: rugi Rp4.000.000. Kerugian ini ia anggap "kesalahan" dan ia simpan di portofolio, tidak mau direalisasikan karena sakit hati. Padahal, secara ekonomi, rupiah dari Saham A, Saham B, dan Saham C adalah rupiah yang sama persis. Tidak ada perbedaan nilai. Namun di kepala investor ini, uang-uang tersebut memiliki "label" dan "perlakuan" yang berbeda. Inilah yang disebut mental accounting. Apa Itu Mental Accounting? Mental accounting adalah konsep yang diperkenalkan oleh peraih Nobel Richard Thaler. Ia menggambarkan kecenderungan manusia untuk mengelompokkan uang ke dalam "akun-akun mental"...

Artikel menarik lainnya:

  1. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?
  2. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  3. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  4. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  5. The Reversal Day: Mirip Key Reversal Day dengan Volume Spesifik
  6. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  7. Three White Soldiers: Tiga Serdawan Putih Penanda Kekuatan Bullish
  8. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  9. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  10. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

TradingView Chart - BAYU