Update: Senin, 5 Oktober 2026

BAYU

PT. Bayu Buana Tbk

Rp 1.320
0.00%
Volume
2.020 lot
MA 5
1.307
MA 20
1.329
RSI
44.00
High
1.320
Low
1.315
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.88%
Support (10d)
1.260
Resistance (10d)
1.340
Volume Trend (10d)
-61.1%
Score
60
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
3.13 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (44.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 60 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BAYU saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.88%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.260, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.340.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.346 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.452 - 1.518 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.228 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra

Dalam analisis teknikal saham, pola candlestick dua hari sering menjadi favorit trader karena kesederhanaannya. Namun, tidak semua pola dua hari memiliki kekuatan sinyal yang sama. Salah satu pola yang tergolong "lembut" dan membutuhkan konfirmasi ekstra adalah In-Neck Line. Pola ini sering dianggap sebagai "adik" dari On-Neck Line dan Piercing Line. Meskipun termasuk dalam kategori pola pembalikan (reversal pattern), sinyal yang dihasilkan In-Neck Line tidak sekuat kedua saudaranya. Namun, dengan pemahaman yang tepat dan konfirmasi tambahan, pola ini tetap dapat dimanfaatkan untuk membaca peluang trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi pola In-Neck Line (bullish dan bearish), karakteristiknya, perbedaannya dengan pola serupa, serta cara memanfaatkannya dengan bijak. Apa Itu Pola In-Neck Line? In-Neck Line adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  2. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  3. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  4. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  5. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  6. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  7. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  8. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  9. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  10. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati

TradingView Chart - BAYU