Update: Jumat, 22 Mei 2026

BAYU

PT. Bayu Buana Tbk

Rp 1.160
+0.87%
Volume
1.046 lot
MA 5
1.237
MA 20
1.319
RSI
15.87
High
1.200
Low
1.110

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.24%
Support (10d)
1.110
Resistance (10d)
1.365
Volume Trend (10d)
+286.4%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-14.39 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (15.9) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 100 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BAYU saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 15.9, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.110, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.365.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.365 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.502, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.110 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya

Dalam setiap perjalanan trading saham, ada satu keterampilan yang lebih penting daripada kemampuan memilih saham yang tepat. Keterampilan itu adalah kemampuan untuk mengakui kesalahan dan keluar dengan teratur. Cut loss, atau menjual saham saat mengalami kerugian, seringkali terasa seperti sebuah kegagalan. Padahal, bagi trader profesional, cut loss adalah bentuk sukses yang paling mendasar. Ia adalah pengakuan bahwa Anda disiplin, bahwa Anda masih hidup, dan bahwa Anda bisa bertarung di lain hari. Namun, tidak semua cut loss diciptakan sama. Cut loss yang terlalu cepat membuat Anda kehilangan peluang. Cut loss yang terlalu lambat mengubah luka gores menjadi luka sayat. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk memotong kerugian? Dan bagaimana cara melakukannya dengan benar? Mengapa Cut Loss Terasa Begitu Sulit? Sebelum membahas teknis, penting untuk memahami hambatan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  2. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  3. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio
  4. Mengenal Pola Bullish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  5. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  6. Take Rate: Kunci Monetisasi yang Menentukan Valuasi Saham Digital
  7. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana
  8. Aturan Praktis yang Tak Lekang Waktu: Memahami Strategi Alokasi 100 Dikurangi Usia
  9. Memahami Pola Bullish Engulfing: Sinyal Pembalikan Harga yang Kuat
  10. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi

TradingView Chart - BAYU