Update: Rabu, 10 Juni 2026

LRNA

PT. Eka Sari Lorena Transport Tbk.

Rp 173
+2.98%
Volume
10.517 lot
MA 5
173
MA 20
189
RSI
32.43
High
179
Low
168
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.44%
Support (10d)
158
Resistance (10d)
230
Volume Trend (10d)
-62.2%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-19.16 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (32.4)
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LRNA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp158, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp230.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 158, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula

Saat pertama kali membuka aplikasi trading saham, mata Anda akan disuguhi berbagai istilah asing yang bertebaran di layar. Dua yang paling membingungkan biasanya adalah Bid dan Offer (atau Ask), lalu diikuti oleh Last dan Volume. Memahami keempat istilah ini bukanlah pilihan, melainkan keharusan mutlak sebelum Anda melakukan transaksi jual beli saham yang sebenarnya. Artikel ini akan membahas secara mendalam arti dari Bid, Offer, Last, dan Volume, bagaimana cara membacanya, serta strategi sederhana menggunakan keempat istilah ini untuk mengambil keputusan yang lebih cerdas di pasar saham. Bagian 1: Bid (Harga Beli Tertinggi) Apa Itu Bid? Bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayarkan oleh seorang pembeli untuk membeli suatu saham pada saat itu juga. Singkatnya, ini adalah tawaran harga beli terbaik dari para calon pembeli yang sedang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  2. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  3. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  4. The Hook Pattern: Versi Lain dari Hook Reversal dalam Sistem Joe Ross
  5. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  6. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  7. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  8. Jembatan antara Utang dan Ekuitas: Memahami Rasio Konversi Obligasi Konversi
  9. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  10. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah

TradingView Chart - LRNA