Update: Jumat, 22 Mei 2026

LRNA

PT. Eka Sari Lorena Transport Tbk.

Rp 184
-1.60%
Volume
2.036 lot
MA 5
189
MA 20
200
RSI
32.61
High
189
Low
175

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.75%
Support (10d)
175
Resistance (10d)
256
Volume Trend (10d)
+274.7%
Score
20
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-11.54 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LRNA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.75%. Area support terdekat berada di sekitar Rp175, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp256.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 20 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 166 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor

Setiap investor pasti pernah mengalaminya: saham yang dibeli justru terus turun. Di awal, Anda berpikir, "Ini hanya koreksi biasa." Lalu harga turun lebih dalam. Anda mulai cemas, tetapi tetap bertahan dengan harapan harga akan kembali naik. Ketika turun lebih parah, Anda sudah berada dalam posisi rugi besar—terlambat untuk keluar, terlalu sakit untuk menahan. Inilah yang disebut loser's game: menahan kerugian terlalu lama dengan harapan sia-sia. Padahal, ada satu disiplin sederhana yang bisa menyelamatkan modal Anda sejak awal, yaitu cutting loss (memotong kerugian). Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang cutting loss: definisi, mengapa sulit dilakukan, manfaatnya, cara menentukan titik potong rugi, serta bagaimana membangun disiplin yang konsisten. Apa Itu Cutting Loss? Cutting loss adalah tindakan menjual saham yang sedang mengalami kerugian (posisi rugi) secara disiplin...

Artikel menarik lainnya:

  1. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  2. Valuasi Saham Perbankan dengan PBV dan ROE: Dua Sisi Mata Uang yang Tak Terpisahkan
  3. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  4. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat
  5. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  6. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  7. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  8. Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)
  9. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  10. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham

TradingView Chart - LRNA