Update: Kamis, 20 Agustus 2026

CEKA

PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.

Rp 2.190
0.00%
Volume
168 lot
MA 5
2.198
MA 20
2.200
RSI
37.50
High
2.210
Low
2.170
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.62%
Support (10d)
2.140
Resistance (10d)
2.240
Volume Trend (10d)
-58.2%
Score
40
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
1.39 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CEKA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.140, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.240.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.140, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan

Di antara sekian banyak pos dalam laporan keuangan, piutang pihak berelasi adalah salah satu yang paling sering diabaikan oleh investor ritel. Ia biasanya tersembunyi di antara baris "piutang usaha" atau disajikan sebagai pos terpisah dengan angka yang tampak tidak signifikan. Namun, di balik angka itu, bisa tersimpan risiko besar: penyaluran dana tanpa pengawasan, potensi kecurangan, hingga pengurasan aset perusahaan secara sistematis. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu piutang pihak berelasi, mengapa ini bisa menjadi bom waktu, bagaimana mendeteksinya, serta langkah konkret yang harus Anda ambil sebagai investor. 1. Apa Itu Piutang Pihak Berelasi? Pihak berelasi adalah pihak yang memiliki hubungan istimewa dengan perusahaan, baik melalui kepemilikan, pengelolaan, atau hubungan keluarga. Definisi ini mencakup: Pemegang saham utama (biasanya >20% kepemilikan) Direksi dan komisaris serta anggota...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  2. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  3. Butterfly: Kupu-Kupu yang Membawa Sinyal Pembalikan Ekstrem
  4. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  5. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  6. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  7. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  8. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  9. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  10. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

TradingView Chart - CEKA