Update: Senin, 5 Oktober 2026

CEKA

PT. Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.

Rp 2.190
0.00%
Volume
12 lot
MA 5
2.178
MA 20
2.189
RSI
54.17
High
2.190
Low
2.180
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.59%
Support (10d)
2.150
Resistance (10d)
2.220
Volume Trend (10d)
-64.6%
Score
40
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-0.90 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CEKA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.59%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.150, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.220.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.150, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated

Dalam dunia investasi saham properti, ada satu pertanyaan fundamental yang sering diajukan para investor: Apakah harga saham developer ini mencerminkan nilai lahan yang mereka miliki? Jawabannya tidak selalu sederhana. Sebuah perusahaan bisa memiliki ribuan hektar lahan strategis di pinggiran kota besar, tetapi jika pasar saham tidak mempercayai kemampuannya untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi pendapatan, kapitalisasi pasarnya bisa jauh lebih kecil dari nilai lahan itu sendiri. Di sinilah Rasio Land Bank vs Market Cap menjadi alat pembanding yang sangat berguna. Rasio ini membantu investor menilai apakah saham sebuah developer properti diperdagangkan dengan diskonto atau premium terhadap aset paling berharganya: tanah. Apa Itu Rasio Land Bank vs Market Cap? Rasio ini membandingkan nilai pasar dari seluruh lahan yang dimiliki developer (land bank) terhadap kapitalisasi pasar perusahaan (harga...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  2. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  3. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  4. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  5. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  6. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  7. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  8. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  9. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  10. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga

TradingView Chart - CEKA