Update: Senin, 5 Oktober 2026

DCII

PT. DCI Indonesia Tbk.

Rp 194.600
-3.14%
Volume
7 lot
MA 5
197.060
MA 20
198.739
RSI
44.51
High
200.800
Low
194.500
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.12%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
201.775
Volume Trend (10d)
-25.8%
Score
40
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-4.47 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.5)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DCII saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp201.775.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 0, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

Kita sering mendengar nasihat klasik: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Nasihat itu benar adanya. Namun, seperti halnya dalam banyak aspek kehidupan, terlalu banyak hal yang baik justru bisa menjadi bumerang. Diversifikasi berlebihan, atau yang sering disebut diworsification, adalah jebakan halus yang banyak dialami investor pemula maupun menengah. Mereka berpikir bahwa semakin banyak saham yang dimiliki, semakin aman portofolionya. Padahal, di luar titik tertentu, menambah jumlah saham justru merusak potensi return tanpa memberikan perlindungan tambahan yang berarti. Artikel ini akan mengupas mengapa diversifikasi yang dilakukan secara berlebihan justru merugikan, serta bagaimana menemukan titik optimalnya. Apa Itu Diversifikasi Berlebihan? Diversifikasi berlebihan terjadi ketika seorang investor menambahkan terlalu banyak saham atau instrumen ke dalam portofolio sehingga keuntungan dari pengurangan risiko menjadi sangat kecil (mendekati nol), tetapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  2. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  3. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  4. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  5. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  6. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  7. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  8. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  9. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  10. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren

TradingView Chart - DCII