Update: Selasa, 6 Oktober 2026

NASA

PT. Andalan Perkasa Abadi Tbk.

Rp 41
+5.13%
Volume
158.486 lot
MA 5
38
MA 20
36
RSI
59.26
High
42
Low
37
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
4.12%
Support (10d)
34
Resistance (10d)
47
Volume Trend (10d)
+1,211.0%
Score
100
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
36.67 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.3)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.284 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham NASA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp34, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp47.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 41 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 47 - 51 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 39 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya

Setelah mempelajari rasio profitabilitas seperti ROE dan EPS, kini saatnya kita membahas rasio yang mengukur kesehatan finansial perusahaan dari sisi utang, yaitu DER atau Debt to Equity Ratio. Mengapa ini penting? Karena perusahaan yang labanya besar sekalipun bisa bangkrut jika utangnya membebani. Mari kita pahami DER dari dasar. Apa Itu DER? Debt to Equity Ratio (DER) adalah rasio yang membandingkan total utang perusahaan dengan total ekuitas (modal sendiri) yang dimiliki pemegang saham. Sederhananya, DER menjawab pertanyaan: “Berapa rupiah utang yang dimiliki perusahaan untuk setiap Rp100 modal pemegang saham?” Debt (Utang) : Semua kewajiban perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Equity (Ekuitas) : Modal sendiri yang berasal dari pemegang saham. Rumus DER Rumus DER sangat sederhana: DER = Total Utang / Total Ekuitas Hasilnya biasanya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  2. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  3. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  4. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  5. Monte Carlo Simulation untuk Risiko Portofolio: Melihat Ribuan Kemungkinan Masa Depan
  6. Mengurangi Ego: Saham Tidak Membenci Anda
  7. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  8. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  9. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  10. Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

TradingView Chart - NASA