Update: Senin, 7 September 2026

DEWI

PT. Dewi Shri Farmindo Tbk.

Rp 154
-1.91%
Volume
280.568 lot
MA 5
155
MA 20
146
RSI
64.44
High
157
Low
154
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.84%
Support (10d)
142
Resistance (10d)
159
Volume Trend (10d)
-24.9%
Score
55
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
31.62 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (64.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -21.394 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DEWI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 64.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp142, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp159.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 159 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 175, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 142 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar

Dalam dunia analisis teknikal saham, banyak trader hanya berfokus pada harga dan volume standar. Namun, ada alat yang lebih tajam untuk membedah pertarungan sesungguhnya antara pembeli dan penjual: Cumulative Volume Delta (CVD) dan konsep Delta Divergence. Jika Anda ingin memahami mengapa harga naik tapi sebenarnya kelemahan sedang terjadi, atau mengapa harga turun tapi justru ada sinyal pembelian besar, maka artikel ini wajib Anda baca. Apa Itu Volume Delta? Sebelum memahami CVD, kita harus paham dulu apa itu Volume Delta. Dalam setiap candlestick, terjadi transaksi jual dan beli. Volume Delta adalah selisih antara volume yang terjadi di bid price (tekanan jual) dan volume di ask price (tekanan beli). Rumus sederhananya: Delta = Volume Ask (Beli Aktif) – Volume Bid (Jual Aktif) Delta Positif (+) :...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  2. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  3. Shooting Star (Bearish): Bintang Jatuh yang Menandakan Akhir Tren Naik
  4. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  5. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  6. Rasio DER (Debt to Equity Ratio): Batas Aman dan Tanda Bahaya
  7. Permanent Portfolio: Filosofi Investasi Seumur Hidup ala Harry Browne
  8. Price to GMV: Tolok Ukur Valuasi untuk E-commerce dan Marketplace
  9. Gravestone Doji: Batu Nisan yang Memperingatkan Kejatuhan Harga
  10. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham

TradingView Chart - DEWI