Update: Jumat, 22 Mei 2026

FILM

PT. MD Entertainment Tbk.

Rp 2.060
+7.57%
Volume
23.368 lot
MA 5
2.127
MA 20
2.380
RSI
46.65
High
2.080
Low
1.805

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.50%
Support (10d)
1.805
Resistance (10d)
2.780
Volume Trend (10d)
-60.0%
Score
35
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-26.16 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (46.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.083 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham FILM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.805, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.780.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.715 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Standar Emas Investasi: Memahami Model Portofolio 60/40 (Saham vs Pendapatan Tetap)

Dalam dunia investasi, ada banyak sekali strategi dan model portofolio. Mulai dari yang super sederhana (100% saham) hingga yang kompleks (menggunakan derivatif dan komoditas). Namun, selama beberapa dekade, satu model portofolio telah bertahan sebagai titik acuan global bagi investor institusi maupun ritel: Model 60/40. Model ini sangat sederhana: 60% saham (untuk pertumbuhan) dan 40% pendapatan tetap (obligasi/deposito untuk stabilitas). Namun dibalik kesederhanaannya, ada logika yang mendalam dan telah terbukti dalam berbagai siklus pasar. Artikel ini akan mengupas apa itu model 60/40, mengapa ia begitu populer, kelebihan dan kekurangannya, serta apakah model ini masih relevan di era sekarang. Apa Itu Model Portofolio 60/40? Model 60/40 adalah strategi alokasi aset di mana seorang investor mengalokasikan 60% dari portofolionya ke saham (ekuitas) dan 40% ke obligasi atau pendapatan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  2. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  3. Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan
  4. Nison's Gap Pattern: Tiga Jenis Gap Tambahan yang Jarang Dibahas
  5. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  6. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  7. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  8. Cutting Loss: Disiplin yang Sering Diabaikan Investor
  9. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  10. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga

TradingView Chart - FILM