Update: Senin, 5 Oktober 2026

TIRA

PT. Tira Austenite Tbk

Rp 302
-10.65%
Volume
10.955 lot
MA 5
338
MA 20
378
RSI
7.27
High
330
Low
300
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.56%
Support (10d)
300
Resistance (10d)
390
Volume Trend (10d)
+5.5%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-28.10 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (7.3) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TIRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 7.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp300, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp390.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 390 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 429, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 300 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?

Sebagai investor saham, Anda mungkin terbiasa melihat laba bersih atau Earnings per Share (EPS) sebagai tolok ukur keberhasilan perusahaan. Jika laba naik, Anda menganggap perusahaan sedang baik-baik saja. Namun, ada kelemahan besar dari laba akuntansi: ia mengabaikan biaya modal. Bayangkan sebuah perusahaan mencatat laba Rp 100 miliar. Terlihat hebat, bukan? Tapi bagaimana jika untuk menghasilkan laba itu, perusahaan menggunakan total modal (utang + ekuitas) sebesar Rp 2 triliun dengan biaya modal rata-rata 10%? Artinya, biaya modalnya adalah Rp 200 miliar. Secara akuntansi untung Rp 100 miliar, namun secara ekonomi perusahaan justru merugi Rp 100 miliar karena tidak mampu menutupi biaya modal. Inilah celah yang dijawab oleh Economic Value Added (EVA) – metrik yang diciptakan oleh firma konsultan Stern Stewart & Co. EVA mengukur kelebihan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  2. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?
  3. Meeting Lines: Ketika Bull dan Bear Bertemu di Titik yang Sama
  4. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  5. Marubozu (Bullish & Bearish): Candlestik Tanpa Bayangan yang Menunjukkan Kekuatan Ekstrem
  6. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  7. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  8. Evening Star: Bintang Senja yang Memperingatkan Akan Datangnya Kegelapan
  9. Exhaustion Gap: Tanda Terakhir Sebelum Tren Berbalik Arah
  10. Factor Investing: Pendekatan Sistematis untuk Mendapatkan Kelebihan Return

TradingView Chart - TIRA