Update: Selasa, 18 Agustus 2026

TIRA

PT. Tira Austenite Tbk

Rp 414
-1.43%
Volume
4.170 lot
MA 5
426
MA 20
475
RSI
6.25
High
422
Low
408
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.53%
Support (10d)
398
Resistance (10d)
496
Volume Trend (10d)
+399.5%
Score
35
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-26.73 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (6.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -83 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TIRA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 6.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp398, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp496.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 378 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal

Dalam dunia analisis teknikal, ada satu alat yang terlihat seperti "sihir" bagi sebagian orang. Ia mampu memprediksi level support dan resistance dengan akurasi yang mengejutkan, padahal hanya berdasarkan sebuah deret angka yang ditemukan seorang matematikawan Italia pada abad ke-13. Alat itu adalah Fibonacci Retracement. Dari sekian banyak alat berbasis Fibonacci, retracement adalah yang paling populer. Ia digunakan untuk mengidentifikasi level-level potensial di mana harga akan berbalik atau pullback dalam sebuah tren. Level-level kuncinya adalah 38.2%, 50%, 61.8%, dan 78.6% – angka-angka yang konon muncul berulang kali di alam, seni, arsitektur, hingga pasar keuangan. Sekilas tentang Deret Fibonacci Leonardo Fibonacci, seorang matematikawan Italia, memperkenalkan deret angka yang kemudian dikenal sebagai Deret Fibonacci: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  2. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  3. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  4. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  5. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  6. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  7. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  8. TRIX: Triple Smoothed EMA untuk Menyaring Noise Pasar
  9. Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti
  10. Average Down dan Average Up: Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?

TradingView Chart - TIRA