Update: Jumat, 22 Mei 2026

DNET

PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk.

Rp 9.500
+1.88%
Volume
90 lot
MA 5
9.445
MA 20
9.429
RSI
57.69
High
9.500
Low
9.250

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.60%
Support (10d)
9.225
Resistance (10d)
9.500
Volume Trend (10d)
-15.9%
Score
75
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
4.40 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DNET saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp9.225, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp9.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 9.500 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 10.925 - 11.875 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 9.025 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank

Dalam dunia investasi saham perbankan, ada satu pertanyaan mendasar yang sering dilupakan investor pemula: “Seberapa kuat bank ini bertahan jika terjadi krisis?” Laba yang besar dan dividen yang menggiurkan memang penting, tetapi tanpa fondasi permodalan yang kokoh, sebuah bank bisa runtuh dalam hitungan minggu ketika badai ekonomi datang. Di sinilah CAR (Capital Adequacy Ratio) atau Rasio Kecukupan Modal memainkan perannya sebagai indikator paling fundamental dari kesehatan dan ketahanan sebuah bank. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu CAR, mengapa ia menjadi perhatian utama regulator dan investor, serta bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu CAR? Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang mengukur kemampuan bank dalam menyediakan dana sendiri (modal) untuk menutup risiko kerugian dari berbagai kegiatan usahanya, terutama dari kredit macet dan kerugian...

Artikel menarik lainnya:

  1. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  2. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri
  3. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  4. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  5. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  6. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah
  7. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  8. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  9. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren
  10. Membatasi Screen Time Saham: Semakin Sering Melihat, Semakin Buruk Keputusan Anda

TradingView Chart - DNET