Update: Jumat, 10 Juli 2026

DNET

PT. Indoritel Makmur Internasional Tbk.

Rp 9.800
-1.01%
Volume
168 lot
MA 5
9.690
MA 20
10.068
RSI
40.59
High
10.000
Low
9.550
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.17%
Support (10d)
9.225
Resistance (10d)
10.500
Volume Trend (10d)
+1,153.3%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-1.01 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 8 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DNET saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.17%. Area support terdekat berada di sekitar Rp9.225, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp10.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 9.996 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 10.780 - 11.270 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 9.114 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Persistensi Polis: Indikator Kunci Sehat Tidaknya Lini Bisnis Asuransi bagi Investor

Dalam menganalisis saham emiten sektor asuransi, investor sering kali terpaku pada pendapatan premi, laba bersih, atau rasio solvabilitas. Namun, ada satu metrik yang tidak kalah penting namun kerap luput dari perhatian: Rasio Persistensi Polis (Policy Persistency Ratio). Bagi investor jangka panjang, rasio ini adalah alat pengungkap kualitas pendapatan berulang (recurring income) sebuah perusahaan asuransi. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu rasio persistensi polis, mengapa ia penting dalam analisis fundamental saham asuransi, serta bagaimana cara mengintepretasikannya. Apa Itu Rasio Persistensi Polis? Secara sederhana, rasio persistensi polis adalah persentase pemegang polis yang melanjutkan pembayaran premi mereka setelah periode tahun pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Dengan kata lain, ini adalah ukuran seberapa baik perusahaan mempertahankan nasabahnya. Rumus dasarnya adalah: Rasio Persistensi = (Jumlah Polis yang Aktif pada...

Artikel menarik lainnya:

  1. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  2. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  3. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  4. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  5. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  6. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  7. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi
  8. Mengenal Williams %R: Satu Langkah Menuju Overbought dan Oversold
  9. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  10. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan

TradingView Chart - DNET